pionnews.com – Dermaga pulau Bunaken yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah dari Kementrian PUPR RI TA 2022 kini menjadi potret buram pengelolaan fasilitas publik di destinasi wisata kelas dunia. Alih-alih menjadi kebanggaan pariwisata Bunaken, dermaga ini tampak terbengkalai, kotor, gelap, dan tidak terawat.
Setelah pembangunan rampung, pengelolaan dermaga resmi diserahkan kepada Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) di bawah Kementrian Kehutanan (Kemenhut). Namun sejak saat itu, perawatan fasilitas dasar justru terkesan tidak menjadi prioritas.
Fasilitas paling disorot adalah toilet umum di dermaga, yang seharusnya bisa digunakan wisatawan, termasuk turis mancanegara. Faktanya, toilet tersebut tidak pernah berfungsi karena tidak pernah diisi air sejak selesai dibangun.
Keluhan publik muncul dalam video viral dari para pelajar bunaken.
“Minta tolong kepada Pemerintah untuk mengisi air di toilet dermaga kami. Dari awal dibangun sampai sekarang tidak pernah diisi air,” ujar seorang siswi.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Gubernur Sulawesi Utara belum lama ini, Ketua Badan Akuntabilitas Pubik DPD RI menegur BTNB agar segera memperbaiki toilet. Namun hingga kini, kondisi lapangan tidak menunjukkan perubahan berarti.
Meski fasilitas rusak, pungutan karcis masuk kawasan TN Bunaken tetap berjalan. Warga dan wisatawan juga pernah mengeluhkan langsung melalui media sosial tentang praktik ini. Mereka mempertanyakan mengapa BTNB tetap menarik biaya masuk, sementara fasilitas seperti toilet, spot foto, hingga lampu dermaga dibiarkan rusak atau tidak menyala.
Dermaga Bunaken seharusnya menjadi pintu masuk utama wisatawan. Namun fakta menunjukkan bahwa fasilitas miliaran rupiah ini dibiarkan mangkrak, menimbulkan tanda tanya besar soal komitmen BTNB di bawah Kemenhut dalam menjalankan pengelolaan.
Apalagi, kini sudah jelas, dermaga tersebut bukan kewenangan Pemerintah Kota Manado, melainkan sepenuhnya dikelola BTNB.
Publik mempertanyakan, untuk apa membangun infrastruktur megah jika setelah diserahkan justru dibiarkan terbengkalai? Hingga berita ini dipublikasikan, BTNB belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan rencana perbaikan dermaga.



Tinggalkan Balasan