pionnews.com – Wali Kota Manado Andrei Angouw, mengunjungi kediaman dua kakak beradik, Chiko (8) dan Avelino Suoth (7), di Kelurahan Tumumpa II, kecamatan Tuminting, Selasa (24/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian langsung Pemerintah Kota Manado terhadap kondisi sosial dan masa depan pendidikan anak-anak tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Manado Rollies Rondonuwu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lenda Pelealu, Camat Tuminting Hence Patimbano, Lurah Tumumpa II Stenly Mandiangan, serta Ketua Lingkungan setempat.

Di rumah sederhana yang mereka tempati, Andrei Angouw berdialog dengan keluarga dan melihat langsung kondisi kehidupan kedua bocah tersebut. Pemerintah Kota Manado, kata dia, tidak boleh abai terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, terutama menyangkut akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Anak-anak ini harus tetap sekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan hak mereka atas pendidikan dan kesehatan terpenuhi,” ujar Angouw.

Ia menegaskan, melalui Dinas Sosial dan DP3A, Pemkot Manado akan memfasilitasi kebutuhan dasar Chiko dan Avelino, termasuk memastikan keduanya terdaftar dan aktif dalam pendidikan formal, serta mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang layak.

Selain itu, Dinas Sosial akan melakukan pendataan lanjutan untuk melihat kemungkinan bantuan sosial yang dapat diberikan, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun program pemberdayaan keluarga. Sementara itu, DP3A akan memastikan kedua anak tersebut memperoleh perlindungan dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Kepala Dinas Sosial Rollies Romdonuwu menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan melakukan asesmen menyeluruh. “Kami akan koordinasi lintas sektor agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.

Langkah ini, menurut Pemkot, merupakan bagian dari komitmen membangun Manado yang inklusif dan ramah anak. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap warga, terutama anak-anak, mendapatkan hak dasar yang dijamin negara.

Kunjungan tersebut juga menjadi pesan bahwa negara hadir hingga ke lorong-lorong pemukiman warga. Di tengah keterbatasan, perhatian dan intervensi pemerintah diharapkan mampu membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi Chiko dan Avelino.