pionnews.com – Pemerintah Kota Manado menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw, dan dihadiri Asisten II Setda Kota Manado, Atto RM Bulo SH, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Manado Marcos Kairupan ST, serta anggota DPRD Kota Manado antara lain Reza Rumambi dan Yasir Taruh. Turut hadir Kepala BPS Kota Manado, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian, camat, serta delegasi forum perangkat daerah dari seluruh kecamatan.
Dalam laporannya, Kepala Bapperida Kota Manado Marcos Kairupan menjelaskan bahwa penyusunan dokumen RKPD 2027 telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari Musrenbang kelurahan dan kecamatan hingga forum konsultasi publik. Forum Perangkat Daerah menjadi tahapan lanjutan untuk penyempurnaan dokumen.
“Forum ini membahas penyelarasan program dan kegiatan perangkat daerah, penajaman target kinerja, lokasi dan sasaran, serta pagu indikatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, dasar pelaksanaan kegiatan mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, termasuk mekanisme penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.
Adapun tujuan forum ini antara lain :
Menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan hasil Musrenbang kecamatan untuk dimasukkan dalam Renja perangkat daerah.
Mempertajam indikator dan target kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.
Menyelaraskan program antarperangkat daerah guna mengoptimalkan pencapaian sasaran prioritas pembangunan.
Menyesuaikan pendanaan program prioritas berdasarkan pagu indikatif tiap perangkat daerah.
Peserta kegiatan terdiri dari seluruh kepala perangkat daerah, delegasi kecamatan, anggota DPRD Kota Manado, serta tenaga ahli yang terlibat dalam penyusunan RKPD. Pembiayaan kegiatan dibebankan pada DPA Bapperida Kota Manado Tahun Anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menegaskan bahwa perencanaan merupakan tahap krusial dalam pembangunan daerah.
“Perencanaan itu sangat penting. Sebelum program dijalankan, harus dipikirkan dan diatur dengan baik agar tepat sasaran,” kata Angouw.
Ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah menyelaraskan program dengan visi dan misi Presiden dan Gubernur, serta fokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan. Menurutnya, indikator kinerja harus jelas dan terukur agar pelaksanaan program tidak berjalan tanpa arah.
“Output harus jelas dan terukur. Jangan indikatornya mengambang. Kalau indikator jelas, yang bekerja juga semangat karena tahu apa yang harus dicapai,” ujarnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya meninggalkan ego sektoral dalam penyusunan program. Ia menegaskan prinsip money follow program, bukan sekadar mengikuti fungsi perangkat daerah.
“Program yang didukung adalah yang menunjang visi dan misi. Bukan sekadar karena ada fungsi lalu anggaran ditempatkan disitu,” tegasnya.
Angouw menyebut pariwisata sebagai sektor utama yang perlu didorong, sejalan dengan arah kebijakan nasional dan provinsi. Namun ia menekankan bahwa fokus pada pariwisata bukan berarti seluruh anggaran tersentral di satu dinas.
“Kalau kita bangun jalan, trotoar, saluran air, itu juga untuk mendukung pariwisata. Tidak mungkin orang mau datang kalau tiap hujan banjir atau kota kotor,” katanya.
Penanganan sampah, keamanan, hingga pembinaan sosial dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya membangun citra kota wisata. Ia bahkan menyinggung pentingnya efek jera bagi pelanggar aturan kebersihan, serta edukasi sejak usia sekolah untuk membangun budaya bersih.
Selain pariwisata, Wali Kota meminta agar program penanganan kemiskinan ekstrem diprioritaskan. Ia menekankan bahwa bantuan sosial harus tepat sasaran dan mendorong kemandirian, bukan sekadar membuat penerima bertahan hidup tanpa peningkatan kesejahteraan.
“Harus ada takaran yang pas. Dibantu agar bangkit, bukan supaya bergantung,” ujarnya.
Penataan kota, penyediaan infrastruktur, transportasi umum yang layak, hingga penurunan biaya hidup masyarakat juga menjadi sorotan. Menurutnya, Kota Manado harus menjadi kota yang nyaman, menjanjikan, dan mampu menarik sumber daya manusia berkualitas untuk tinggal dan berkontribusi.
Ia juga mendorong penguatan sektor keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat, dengan indikator yang jelas dan terukur.
Kegiatan Forum Perangkat Daerah RKPD Kota Manado Tahun 2027 ditutup dengan penandatanganan berita acara serta pemaparan materi lanjutan sebagai bagian dari proses penyempurnaan dokumen perencanaan.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Manado menargetkan lahirnya program dan APBD Tahun 2027 yang lebih terarah, terukur, dan mampu memaksimalkan pencapaian pembangunan bagi masyarakat Kota Manado.



Tinggalkan Balasan