pionnews.com-  Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kota Manado tetap aman. Hal ini disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG di sejumlah pangkalan dan pengecer dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai bentuk respons cepat, Pertamina bersama Pemerintah Kota Manado melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah agen LPG dan beberapa tempat usaha, Jumat (13/03/2026). Sidak tersebut melibatkan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Manado serta jajaran Pertamina Patra Niaga wilayah Sulawesi Utara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Sekretaris Daerah Kota Manado bidang perekonomian Atto Bulo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado Yanti Mongkau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado Hendrik Waroka, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Manado David Kambey. Dari pihak Pertamina, kegiatan tersebut dipimpin oleh Sales Branch Manager (SBM) LPG Sulut Pertamina Patra Niaga, Ahmad Fernando.

Fernando menjelaskan bahwa secara umum stok LPG untuk wilayah Manado masih tersedia dan distribusi tetap berjalan sesuai alokasi yang ditetapkan.

“Untuk stok LPG saat ini masih tersedia dan kebutuhan Kota Manado masih terpenuhi. Namun memang terjadi peningkatan permintaan, khususnya menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, terutama dari sektor mikro,” ujar Fernando.

Ia menambahkan bahwa pada bulan Maret 2026 terdapat penambahan kuota LPG 3 kilogram untuk Kota Manado sebanyak 49.840 tabung yang telah disalurkan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi.

Meski demikian, dalam sidak yang dilakukan bersama Pemerintah Kota Manado, tim menemukan adanya penggunaan LPG bersubsidi oleh sejumlah usaha yang tidak termasuk kategori penerima subsidi. Salah satunya adalah usaha laundry skala besar yang masih menggunakan tabung LPG 3 kilogram.

“Dari hasil sidak di lapangan ditemukan beberapa usaha laundry skala besar yang menggunakan LPG bersubsidi. Padahal berdasarkan ketentuan dari Direktorat Jenderal Migas, jenis usaha seperti laundry tidak diperbolehkan menggunakanLPG 3 kilogram, ” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan LPG bersubsidi oleh usaha yang tidak berhak dapat berdampak pada ketersediaan gas bagi masyarakat yang menjadi sasaran utama program subsidi pemerintah.

Selain itu, Pertamina juga mencatat adanya fenomena peningkatan pembelian LPG di beberapa wilayah yang diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok.

“Di beberapa titik di kota manado terjadi panic buying. Kemungkinan karena adanya isu kelangkaan bahkan isu lain yang berkembang di masyarakat, sehingga warga membeli LPG dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” ungkapnya.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan. Pertamina juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait guna mengawasi distribusi LPG bersubsidi agar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak.