pionnews.com – Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan memastikan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan tetap berjalan rutin, meski menghadapi tantangan geografis. Sampah dari sejumlah pulau diangkut secara berkala ke daratan untuk selanjutnya diproses di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.
Hal ini disampaikan Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak, dalam wawancara pada Kamis (2/4/2026) siang. Ia menjelaskan, petugas kebersihan kecamatan secara konsisten melakukan pengangkutan sampah, khususnya sampah plastik, dari pulau-pulau menuju wilayah Karangria sebelum diteruskan ke TPA.
“Petugas kebersihan kecamatan seperti biasa mengangkut sampah plastik dari pulau ke Karangria, kemudian diteruskan ke TPA Sumompo,” ujar Mandak.
Ia merinci, pengangkutan sampah dilakukan sebanyak tiga kali dalam sepekan dengan pembagian wilayah layanan. Pengangkutan pertama difokuskan pada sampah dari permukiman di Pulau Bunaken dan Pulau Manado Tua (Alban). Kedua, sampah dari Pulau Siladen. Ketiga, sampah dari kawasan Pantai Liang.
“Seminggu tiga kali. Pertama untuk sampah pemukiman Bunaken dan Alban, kedua sampah di Pulau Siladen, dan ketiga sampah dari Pantai Liang,” jelasnya.
Menurut Mandak, sebelum diangkut, sampah sudah melalui proses pemilahan di tingkat lokal. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah pengelolaan lanjutan, sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA.
Khusus untuk sampah plastik, pengelolaannya dilakukan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang berada di wilayah Tongkaina. Pengangkutan sampah plastik tersebut turut melibatkan pihak pengelola yang secara rutin melakukan penjemputan.
“Untuk sampah plastik, dibawa ke TPS 3R di Tongkaina, dijemput oleh ibu Amelia Tungka,” tambahnya.
Pemkot Manado melalui Kecamatan Bunaken Kepulauan terus mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan sejak dari sumber. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan pulau yang menjadi destinasi wisata, langkah ini juga bertujuan mengurangi dampak pencemaran laut akibat sampah plastik.
Dengan sistem pengangkutan terjadwal dan pemilahan yang mulai diterapkan, pemerintah kecamatan berharap kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah terus meningkat serta mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir dan kepulauan.



Tinggalkan Balasan