pionnews.com – Kontestasi pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Manado kian menarik perhatian publik. Di tengah dinamika organisasi olahraga yang menuntut pengelolaan profesional, dr. Richard Sualang tampil dengan pendekatan yang menekankan bahwa KONI harus menjadi ruang kerja pembinaan atlet, bukan sekadar panggung seremonial. Baginya, olahraga adalah dedikasi dan pengabdian terhadap prestasi.

 

Dengan rekam jejak birokrasi yang panjang sebagai Wakil Wali Kota Manado dan mantan anggota DPRD dua periode, Richard membawa modal pengalaman manajerial dan jaringan kerja yang kuat. Kedekatannya dengan komunitas olahraga menjadi fondasi penting untuk mendorong pembinaan yang lebih terstruktur dan progresif.

 

Keseriusannya tercatat jelas saat dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia PORPROV  Sulawesi Utara 2025 . Di bawah koordinasinya, kontingen Kota Manado keluar sebagai Juara Umum PORPROV Sulut 2025, sebuah capaian bergengsi yang menunjukkan bagaimana konsolidasi, perencanaan matang, dan pembinaan yang terarah dapat menghasilkan prestasi konkret. Kemenangan itu menjadi bukti bahwa kerja sistematis dan kepemimpinan yang solid memiliki dampak nyata.

 

“Saya maju untuk KONI, untuk memajukan olahraga Manado. Potensi atlet kita besar, tinggal bagaimana pembinaan dilakukan secara konsisten, terukur, dan menyeluruh,” ujar Richard, Jumat (5/12/2025).

 

Ia menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari penguatan pembinaan usia dini, optimalisasi fasilitas latihan, peningkatan profesionalitas pelatih, hingga mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas olahraga. Richard menegaskan bahwa peran KONI tidak boleh berhenti pada event pertandingan, tetapi hadir dalam proses panjang pembentukan atlet berprestasi.

 

“Kalau ingin prestasi besar, kita mulai dari fondasi. Pembinaan harus hidup, bukan hanya agenda tahunan,” tegasnya.

 

Pandangan serupa disampaikan pemerhati olahraga. Menurutnya, Richard memiliki kapasitas manajerial yang sangat relevan dengan kebutuhan KONI saat ini.

 

“KONI butuh pemimpin dengan kemampuan menggerakkan sumber daya dan punya rekam kerja pengelolaan olahraga. Richard punya itu. Keberhasilan PORPROV menjadi juara umum buktibahwa strategi berjalan,” ujarnya, saat diwawancarai di lapangan KONI Sario.

“Jika ia memimpin dengan fokus pada pembinaan jangka panjang, ini bisa jadi momentum kebangkitan olahraga Manado,”

 

Ia menambahkan, bahwa organisasi olahraga kerap kehilangan fokus ketika tidak ditopang visi pembinaan yang kuat. Karena itu, pemilihan Ketua KONI Manado tahun ini diharapkan menjadi pijakan mempertegas orientasi prestasi.

 

Pemilihan Ketua KONI Manado kini bukan semata soal figur, tetapi tentang siapa yang siap membangun sistem pembinaan berkelanjutan. Richard membawa gagasan bahwa KONI harus menjadi rumah pembinaan atlet tempat tumbuhnya talenta yang bersiap mengharumkan nama daerah.

 

Prestasi tidak lahir dari retorika, melainkan dari kerja panjang yang konsisten, terstruktur, dan berkesinambungan.