pionnews.com – Upaya percepatan pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus digenjot pemerintah. Hal ini tercermin dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi Program 3 Juta Rumah yang digelar Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan.
Kegiatan berlangsung di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa 9 Desember 2025, dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dirjen Perumahan Pedesaan, La Ode Burchamaa D.S.,STP.,M.Si.
Rapat ini bertujuan mengevaluasi capaian program, memperkuat integrasi data perumahan nasional, serta mengoptimalkan peran pemerintah daerah dalam realisasi penyediaan hunian layak. Pemerintah menegaskan bahwa pencapaian target 3 juta rumah tidak hanya bertumpu pada pembiayaan APBN, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk daerah, swasta, dan dukungan pembiayaan alternatif.
Dalam acara tersebut, hadir pula Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kota Manado Peter Alexander Eman, ST.,M.T. sebagai perwakilan daerah. Eman menilai pertemuan koordinasi menjadi momentum penting untuk memastikan program nasional selaras dengan kondisi lapangan di daerah.
“Kami menyambut baik agenda evaluasi program 3 juta rumah. Kehadiran kementrian dan BRIN memberi penguatan bagi kami dalam pengelolaan hunian, termasuk rusunawa. Fokus kami adalah menjaga ketertiban pengelolaan dan memastikan manfaatnya tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan,”ujar Eman.
Peter Eman menambahkan, Kota Manado menghadapi tantangan keterbatasan lahan sehingga model hunian vertikal menjadi solusi yang strategis. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Manado dalam mendukung program percepatan penyediaan hunian layak dan terjangkau.
Program 3 Juta Rumah merupakan prioritas nasional untuk memperkecil backlog perumahan melalui pembangunan unit baru, rehabilitasi rumah tidak layak huni, dan penguatan manajemen rumah susun. Dengan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan berjalan lebih terukur, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan akses hunian bagi masyarakat.
Rapat ini menutup rangkaian evaluasi tahap akhir tahun, sekaligus membuka roadmap kolaborasi pembangunan rumah bagi MBR pada tahun berikutnya.



Tinggalkan Balasan