pionnews.com – Pemerintah Kota Manado mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin siap berkembang dari skala lokal menuju pasar yang lebih luas. Dorongan itu disampaikan Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, saat menghadiri Temu Usaha di Bidang Distribusi Tidak Langsung, Selasa (10/2), di Peninsula Hotel Manado.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia tersebut mempertemukan pelaku usaha, industri kecil dan menengah (IKM), serta UKM di Kota Manado dengan sejumlah distributor dan mitra ritel, seperti Indogrosir, Aksesmu, Sampoerna, dan perusahaan distribusi lainnya.

Dalam sambutannya, Sualang menyebut forum tersebut sebagai momentum strategis untuk membahas masa depan UMKM di Manado, terutama dalam menghadapi tantangan persaingan pasar yang semakin kompetitif.

“Ini merupakan forum yang sangat bermanfaat, khususnya dalam membahas masa depam UMKM Kota Manado. Ini juga menjadi perhatian luar biasa dari Kementrian Perdagangan RI kepada kita di Kota Manado,” ujar Sualang.

Menurutnya, melalui kegiatan itu para pelaku usaha baik pemilik toko maupun warung mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan usaha yang lebih baik, tertata, dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi kehadiran narasumber kompeten yang dihadirkan langsung oleh kementerian untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta.

“Bersyukur karena kementrian memberikan atensi khusus kepada Kota Manado dengan menghadirkan narasumber yang kompeten untuk bsrdiskusi dan berbagi pengetahuan dengan para pelaku UMKM,” katanya.

Sualang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan wawasan semata, tetapi mampu membuka akses jejaring usaha yang konkret bagi pelaku UMKM. “Harapannya, kegiatan ini mampu membangun jaringan usaha serta mendorong pelaku UMKM di Kota Manado agar semakin siap berkembang dari skala lokal hingga ke pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementrian Perdagangan RI, Septo Soepriyatno, mengaku bangga atas tingginya partisipasi pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, pertemuan antara pemasok dan pemilik warung atau ritel tradisional menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai distribusi.

“Kita mempertemukan antara pemasok dengan para ritelnya, dalam hal ini pemilik warung. Kita berharap dari pertemuan ini usaha pemilik warung akan tumbub lebih baik lagi,” ujar Septo.

Ia menambahkan, warung tradisional perlu didorong agar mampu bersaing dengan ritel modern, baik dari sisi manajemen, pelayanan, maupun akses terhadap barang dan distribusi yang lebih efisien.

Selain mempertemukan pelaku usaha dengan distributor, kegiatan tersebut juga memberikan pembekalan mengenai tata kelola warung yang baik, termasuk manajemen stok, pencatatan keuangan, hingga strategi pelayanan kepada konsumen.

“Kita berharap para pemilik warung bisa mengakses dan mendapatkan ilmu tentang cara pengelolaan warung yang baik. Sehingga masyarakat dapat terlayani dan terpuaskam dari pelayanan yang diberikan,” kata Septo.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha, Temu Usaha ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem perdagangan di Manado mendorong UMKM naik kelas dan lebih kompetitif di tengah dinamika pasar nasional.