pionnews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan Balai Pemasyarakatan Kelas I Manado dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bitung. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Rutan Manado, Senin (16/3/2026), dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian sosial.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan, bersama jajaran. Turut hadir anak-anak dari Panti Asuhan An – Nur, organisasi Laskar Nafiri, serta pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIA Manado.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Rutan Kelas IIA Manado, Ady Kusuma Wardana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan nilai kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antarsesama, baik antara petugas, warga binaan, maupun masyarakat,” ujarnya.

Suasana kekeluargaan terasa kental sepanjang kegiatan. Kehadiran anak-anak dari Panti Asuhan An-Nur turut memberikan nuansa haru sekaligus kebahagiaan, menciptakan interaksi yang hangat antara seluruh peserta yang hadir.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Rutan Manado juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim. Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan, yang menegaskan komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan solidaritas.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar seluruh pihak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun hubungan yang harmonis sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat, tumbuh rasa empati, serta memberikan semangat positif bagi para Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan ke arah yang lebih baik.