pionnews.com – Dinas Kesehatan Kota Manado mulai melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh anak usia sekolah terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Sicilia Kumaat menjelaskan bahwa BIAS merupakan program nasional berupa pemberian imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah. Program ini bertujuan memperkuat kekebalan tubuh anak terhadap penyakit berbahaya, menjaga kesehatan mereka sejak dini, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat di masa depan.

“Imunisasi melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Karena itu, kami mengajak seluruh orang tua untuk mendukung pelaksanaan BIAS dengan memastikan anak mengikuti jadwal imunisasi sesuai ketentuan,” ujar dr. Sicilia.

Ia menjelaskan, pelaksanaan BIAS dilakukan setiap tahun dalam dua tahap.

Pada tahap pertama yang berlangsung pada bulan Agustus, imunisasi diberikan kepada siswa Kelas 1 SD berupa vaksin Campak-Rubela (MR). Selanjutnya, siswi Kelas 5 SD memperoleh imunisasi Human Papillomavirus (HPV) dosis tunggal sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim. Selain itu, terdapat imunisasi kejar HPV yang diberikan kepada siswi Kelas 6 SD dan Kelas 9 SMP yang belum pernah menerima vaksin HPV pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, tahap kedua pada bulan November meliputi pemberian imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) bagi siswa Kelas 1 SD, imunisasi Tetanus Diphtheria (Td) bagi siswa Kelas 2 SD, serta imunisasi Td bagi siswa Kelas 5 SD.

Berdasarkan estimasi sasaran BIAS 2026 di Kota Manado, jumlah penerima imunisasi meliputi 6.950 anak Kelas 1 SD untuk imunisasi MR/DT, 6.912 anak Kelas 2 SD untuk imunisasi Td, 6.477 anak Kelas 5 SD untuk imunisasi Td, 3.239 siswi Kelas 5 SD untuk imunisasi HPV, 1.000 siswi Kelas 6 SD sebagai sasaran imunisasi kejar HPV, serta 1.800 siswi Kelas 9 SMP untuk imunisasi kejar HPV.

Pelaksanaan program ini mencakup 207 Sekolah Dasar (SD), 14 Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta 103 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Manado.

Imunisasi akan dilaksanakan langsung di satuan pendidikan, seperti SD, MI, SMP, MTs, dan pesantren. Sementara itu, anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah tetap dapat memperoleh layanan imunisasi dengan mendatangi puskesmas maupun posyandu terdekat.

Dr. Sicilia juga mengingatkan para orang tua agar mempersiapkan anak sebelum mengikuti imunisasi. Anak diharapkan berada dalam kondisi sehat, tidak mengalami demam tinggi, serta telah mengonsumsi sarapan atau makanan yang cukup sebelum berangkat ke sekolah atau lokasi pelayanan kesehatan.

Ia menambahkan, seluruh kebutuhan vaksin dan logistik pendukung dalam pelaksanaan BIAS 2026 telah disiapkan dan didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sehingga pelaksanaan program di Kota Manado dapat berjalan sesuai jadwal.

Melalui pelaksanaan BIAS 2026, Dinas Kesehatan Kota Manado berharap seluruh sasaran dapat memperoleh imunisasi lengkap sehingga angka kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terus menurun dan kesehatan anak-anak di Kota Manado semakin terjamin.