pionnews.com – Kelurahan Paniki Satu, Kecamatan Mapanget, tampil sebagai yang terbaik dalam Lomba Penilaian Kebersihan Antar Lingkungan se- Kota Manado Tahun 2025. Dengan nilai tertinggi, Paniki Satu resmi menyabet Juara I, mengungguli puluhan kelurahan lain dan menegaskan diri sebagai tolok ukur pengelolaan lingkungan perkotaan di Manado.

 

Prestasi tersebut merupakan hasil penilaian menyeluruh yang dilakukan Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Lingkungan Hidup, mencakup aspek kebersihan permukiman, pengelolaan sampah dari sumber, drainase, ruang terbuka hijau, keindahan lingkungan, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam kerja bakti.

 

Paniki Satu dinilai konsisten membangun budaya bersih berbasis warga. Lingkungan tertata rapi, pengelolaan sampah berjalan, serta keterlibatan masyarakat terlihat nyata, tidak hanya menjelang penilaian, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian.

 

Camat Mapanget, Deysie Kalalo, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif yang dibangun secara berkelanjutan.

 

“Juara ini bukan diraih secara instan. Ini buah dari komitmen lurah, perangkat kelurahan, dan partisipasi masyarakat Paniki Satu yang menjadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar target lomba,” ujar Kalalo.

 

Ia menegaskan, keberhasilan Paniki Satu patut dijadikan contoh bagi kelurahan lain di Kecamatan Mapanget maupun Kota Manado secara luas.

 

“Kami berharap Paniki Satu bisa menjadi role model. Menjaga lingkungan bersih berarti menjaga kesehatan, kenyamanan, dan masa depan kota,” tambahnya.

 

Keberhasilan Paniki Satu juga menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik tidak selalu bergantung pada besar kecilnya wilayah, melainkan pada konsistensi dan kepemimpinan di tingkat kelurahan yang mampu menggerakkan warga.

 

Penghargaan Juara I diterima oleh Lurah Theodorus Ambat,S.ip pada Jumat, 19 Desember 2025, di Lapangan Sparta Tikala, bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara ke-77.

 

Dengan raihan ini, Kelurahan Paniki Satu tidak hanya mencatat prestasi, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa perubahan lingkungan dimulai dari tingkat paling dasar lingkungan dan kelurahan dengan masyarakat sebagai penggerak utama.