pionnews.com – Kelurahan Maasing dan Kelurahan Mahawu dijadwalkan menggelar perayaan Hari Raya Ketupat pada Sabtu, 28 Maret 2026. Tradisi tahunan yang lekat dengan budaya masyarakat pasca-Idul Fitri ini diperkirakan akan dihadiri oleh warga dari berbagai wilayah di Kota Manado.

Perayaan Hari Raya Ketupat dikenal sebagai momen silaturahmi dan kebersamaan, yang biasanya diisi dengan jamuan khas berupa ketupat dan lauk-pauk, serta kunjungan antarwarga. Di Maasing dan Mahawu, tradisi ini juga menjadi daya tarik tersendiri karena berlangsung meriah dan terbuka bagi masyarakat umum.

Lurah Maasing, Ardiansah Malu, S.IP., menyatakan bahwa pihak kelurahan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga maupun pengunjung.

“Kami sangat mendukung perayaan Hari Raya Ketupat ini sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat. Namun kami juga mengimbau kepada seluruh warga untuk bersama – sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan, agar kegiatan ini dapat berjalan aman dan nyaman,” ujar Ardiansah.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan dan unsur masyarakat, telah dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan selama pelaksanaan perayaan.

Pemerintah kelurahan berharap perayaan Hari Raya Ketupat tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan antarwarga di Kota Manado.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan semua pihak, perayaan di Maasing dan Mahawu diharapkan berlangsung lancar serta memberikan kesan positif bagi masyarakat yang merayakan.