pionnews.com – Pemerintah Kota Manado menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan ini diikuti sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rakortas tersebut membahas percepatan implementasi PSEL serta penyusunan roadmap penggunaan teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Keikutsertaan Pemerintah Kota Manado dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program nasional, khususnya dalam penanganan persoalan sampah yang semakin kompleks.
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah berkelanjutan merupakan tantangan yang dihadapi hampir seluruh daerah, termasuk Kota Manado.
“Pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi tantangan yang terus dihadapi di berbagai daerah. Untuk itu, kami menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Percepatan Implementasi PSEL yang diselenggarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rakortas ini menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Rapat ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong percepatan implementasi teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sualang berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pengelolaan sampah dapat ditangani secara lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Diharapkan melalui sinergi lintas pemerintah pusat dan daerah, solusi pengelolaan sampah dapat semakin optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Rakortas ini, pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat implementasi PSEL sebagai solusi strategis dalam mengurangi beban sampah sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan