pionnews.com – Pemerintah Kecamatan Wenang menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Tim Fasilitator Kota (Faskot) yang melibatkan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan hingga lingkungan, Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Wenang ini dihadiri Camat Wenang Robert Daughan, para lurah, ketua lingkungan (ketling), serta jajaran terkait.
Rakor tersebut difokuskan pada penguatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus evaluasi terhadap kinerja aparatur, khususnya dalam pendampingan dan penginputan data di tingkat lingkungan.
Dalam pemaparannya, Jeffry Polii, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan publik. Ia mengingatkan seluruh perangkat wilayah untuk mengedepankan sikap ramah, santun, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pendekatan senyum dan keramahan kepada warga itu penting. Cara bersikap harus sama, melayani dengan santun, tanpa membeda – bedakan,” ujar Polii.
Ia juga menegaskan pentingnya mendengar langsung keluhan masyarakat sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita harus mau mendengar keluh kesah masyarakat, supaya kita tahu apa yang benar – benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain itu, rakor turut menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan serta penginputan data oleh perangkat lingkungan. Seluruh jajaran diminta menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Polii juga menyoroti masih adanya praktik yang tidak sesuai dengan tata kelola pemerintahan, seperti ketua lingkungan yang melampaui kewenangan dengan mengatur staf kelurahan.
“Harus paham hirarki. Jangan ada yang melangkahi kewenangan, apalagi sampai mengatur staf kelurahan,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan agar kedekatan dengan pimpinan atau latar belakang sebagai pengurus partai tidak dijadikan alat untuk bertindak di luar aturan. Menurutnya, hal tersebut dapat merusak marwah institusi pemerintahan.
“Jangan memakai nama atau stempel pimpinan untuk menutupi kesalahan. Jangan juga dijadikan tameng untuk menakut – nakuti camat atau lurah,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam rakor tersebut juga disampaikan peringatan terkait pengelolaan retribusi sampah. Ia menegaskan agar pengelolaan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Camat Wenang Robert Daughan menegaskan komitmennya untuk mendorong disiplin dan profesionalisme seluruh perangkat wilayah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap hasil rakor ini dapat segera diimplementasikan di lapangan.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar perangkat pemerintah di Kecamatan Wenang, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.



Tinggalkan Balasan