pionnews.com – Pemerintah Kota Manado secara resmi menyerahkan Berita Acara Serah Terima (BAST) hasil revitalisasi Lapangan Bantik Malalayang kepada masyarakat adat Bantik yang diwakili lembaga pemangku adat setempat. Penyerahan ini menjadi penanda tuntasnya proyek penataan ruang publik yang diharapkan menjadi pusat aktivitas sosial dan budaya warga.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Manado melalui Kepala Bidang, Novie Pontoh ST. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa revitalisasi lapangan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas publik yang layak dan representatif bagi masyarakat.
“Terima kasih atas kerja yang baik dari lembaga pemangku adat Bantik Malalayang selama proses pembangunan hingga penyerahan hari ini,” ujar Pontoh.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima antara Pemerintah Kota Manado dan perwakilan masyarakat adat. Pemerintah juga berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan dan keberlanjutan fungsi lapangan sebagai ruang publik bersama.
Revitalisasi Lapangan Bantik Malalayang sendiri menelan anggaran sebesar Rp2,6 miliar dari APBD Kota Manado.
Camat Malalayang, Yusuf Kopitoy dalam sambutannya menekankan bahwa Lapangan Bantik bukan sekadar aset fisik, melainkan simbol identitas dan persatuan masyarakat Bantik.
“Lapangan Bantik bukan hanya milik lembaga adat tetapi mencerminkan semangat kebersamaan, ‘baku – baku bae, baku bantu, baku sayang’ yang hidup di tengah masyarakat Malalayang. Ini juga menjadi cermin nilai perjuangan, termasuk semangat pahlawan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, revitalisasi lapangan ini menjadi harapan besar yang kini telah terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat Bantik di Malalayang.
“Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado yang telah menghadirkan pembangunan ini. Lapangan Bantik kini menjadi salah satu ikon di Kota Manado,” kata Kopitoy.
Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Adat Bantik Malalayang, Fanly Pongayouw, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan dan penataan lapangan yang dinilai membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami bersyukur lapangan ini kini sudah tertata dengan baik. Banyak masyarakat yang mengatakan lapangan Bantik sekarang sudah sangat bagus dan memberi manfaat, baik bagi warga Bantik maupun masyarakat umum,” ujarnya.
Ia juga menekankan nilai historis lapangan tersebut yang berkaitan dengan sosok pahlawan nasional Robert Wolter Monginsidi, yang menjadi kebanggaan masyarakat.
“Oleh karena itu, kami dari Lembaga pemangku adat dan seluruh waega Bantik mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada Pemerintah Kota Manado, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali kota, yang telah memberi perhatian besar kepada masyarakat adat,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur masyarakat, di antaranya keluarga dari pahlawan nasional Robert Wolter Monginsidi, Rob Monginsidi, Sekretaris Dewan Pemangku Adat Herman Umboh, Sekretaris Lembaga Adat Maikel Kolonio, serta Lurah Malalayang I Yetti Tontey.
Dengan rampungnya revitalisasi ini, Lapangan Bantik Malalayang diharapkan tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga pusat kegiatan sosial, budaya, dan olahraga yang memperkuat kohesi masyarakat di Kota Manado.



Tinggalkan Balasan