pionnews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Kesehatan melaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja Tahun 2026, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado, dan menjadi penanda dimulainya arah kebijakan serta target kinerja sektor kesehatan di tahun berjalan.
Penandatanganan perjanjian kinerja tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Manado, dr. Steaven Dandel, M.Ph.,bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Bobby Kereh, SH. Hadir pula jajaran pimpinan unit kerja di lingkungan Dinas Kesehatan, di antaranya para kepala rumah sakit daerah dan kepala puskesmas se-Kota Manado.
Dalam sambutan dan arahannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa perjanjian kinerja merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna strategis sebagai titik awal penentuan arah pembangunan dan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
“Perjanjian kinerja ini adalah stir awal yang menjadi patokan bagi kita semua dalam melangkah di tahun 2026. Di sinilah arah kebijakan dan pelayanan publik sektor kesehatan ditetapkan dan harus dikawal bersama,” ujar Steaven.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan di Kantor Wali Kota Manado yang sebelumnya kerap digelar di internal Dinas Kesehatan menunjukkan besarnya perhatian pimpinan daerah terhadap transformasi layanan kesehatan. Menurutnya, tahun 2026 menjadi fase penting karena sebagian besar Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah bertransformasi menuju pola pengelolaan yang lebih mandiri.
Dari total unit pelayanan kesehatan, sebanyak 17 UPT saat ini menjalankan fungsi pelayanan publik dengan fleksibilitas dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan. Namun, fleksibilitas tersebut juga diiringi tantangan besar, terutama dalam aspek pembiayaan mandiri dan keberlanjutan layanan.
“Paradigmanya sudah berubah. Kalau dulu seluruh pembiayaan sangat bergantung pada APBD, sekarang UPT dituntut memiliki kemampuan manajerial, termasuk semangat kewirausahaan dan pemanfaatan sistem digital, untuk menopang kebutuhan operasional,” jelasnya.
Sekda menekankan bahwa puskesmas sebagai layanan primary care relatif memiliki kendali lebih besar terhadap arus kas, mulai dari pengadaan obat, alat tulis kantor, hingga biaya operasional lapangan. Sementara itu, rumah sakit menghadapi tantangan yang lebih kompleks, terutama dalam menangani kasus-kasus penugasan negara atau daerah yang tidak seluruhnya dapat diklaim melalui BPJS Kesehatan.
Ia mencontohkan penanganan korban kebakaran dan pasien sosial yang memerlukan perawatan tanpa penjaminan, yang menuntut adanya skema pembiayaan khusus serta kebijakan yang terukur. Dalam konteks ini, rumah sakit yang bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dituntut tetap menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan pembiayaan.
Lebih lanjut, Steaven menegaskan bahwa indikator kinerja puskesmas dan rumah sakit akan dikaitkan secara langsung dengan kebijakan rujukan, rasio layanan BPJS, jumlah kunjungan, serta kontribusi terhadap penguatan layanan rumah sakit daerah. Ia mengingatkan pentingnya hubungan timbal balik antarunit pelayanan.
“Puskesmas dan rumah sakit harus berjalan satu frekuensi. Puskesmas merujuk, rumah sakit wajib menjaga kualitas layanan. Ini hubungan resiprokal demi keberlanjutan seluruh UPT,” tegasnya.
Dalam aspek tata kelola, Sekda juga mengingatkan para kepala UPT bahwa dengan sistem pengelolaan keuangan yang semakin mandiri, tanggung jawab sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menuntut integritas tinggi dan kepatuhan penuh terhadap aturan. Tidak ada lagi sekat dalam hal akuntabilitas, sehingga setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara objektif dan transparan.
“Keputusan yang diambil setiap hari oleh pimpinan UPT menyangkut hajat hidup banyak orang. Karena itu, kinerja harus berjalan dengan tuntutan pelayanan publik,” ujarnya.
Menutup arahannya, Steaven mengajak seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk terus belajar, memperkuat kapasitas manajerial dan sumber daya manusia, serta menjaga koordinasi dan sinergi antarunit. Dengan komitmen bersama, ia optimistis tantangan transformasi layanan kesehatan di Kota Manado dapat dilalui dengan baik.
“Selamat bekerja dan selamat mencapai target kinerja. Masyarakat menunggu hasil nyata dari kinerja kita semua,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan