pionnews.com – Kelompok Tani Senggihilang Paniki menggelar panen jagung di wilayah Kecamatan Mapanget, Kota Manado, yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Manado,dr. Richard Sualang, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kota Manado masih memiliki potensi lahan pertanian produktif yang mampu menopang kebutuhan pangan dan sektor peternakan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PKP Kota Manado M. Sofyan, AP., M.Si., Camat Mapanget Deysie Kalalo, SE., M.A.P., perwakilan Kelompok Tani Andalan Sulut, serta para penyuluh pertanian.
Dalam laporannya, Kepala Dinas PKP menyampaikan bahwa lahan yang dipanen mencapai kurang lebih enam hektare. Jagung yang ditanam menggunakan benih komposit bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
“Kurang lebih enam hektare lahan yang kami kelola. Kami berupaya memanfaatkan potensi sekecil apa pun. Ke depan, kami akan mencoba kolaborasi penanaman jagung dan cabai. Bibit cabai sudah kami siapkan, dan bantuan jagung juga sudah disalurkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah berbagai keterbatasan, pihaknya terus berupaya melakukan modernisasi sektor pertanian. Menurutnya, potensi pertanian tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan, melainkan bagaimana teknologi pertanian dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Potensi pertanian tidak melihat luas lahan, tetapi bagaimana kita memanfaatkan teknologi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan lahan pertanian di Kota Manado menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
“Hal ini sudah menjadi perhatian masyarakat bahwa Kota Manado msih memiliki lahan pertanian yang produktif,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan sektor pertanian dengan program-program strategis pemerintah pusat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurut Richard, program tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk peternakan dan pertanian. Para peternak membutuhkan pasokan pakan, yang salah satunya dihasilkan dari jagung para petani.
“Dengan adanya program makan bergizi gratis, tentu ada kebutuhan daging dari para peternak. Para peternak ini membutuhkan pangan yang dihasilkan oleh para petani. Dan kita di Manado cukup untuk memasok kebutuhan tersebut,” katanya.
Ia menilai, sinergi antara petani dan peternak tidak hanya mendukung program nasional, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan ekonomi keluarga petani.
“Ini cukup menggembirakan bahwa kelompok – kelompok tani bisa mendukung program pemerintah sekaligus membantu perekonomian keluarga. Terus semangat, mari kita jaga ketahanan pangan,” tandasnya.
Panen jagung di Paniki ini sekaligus menegaskan bahwa di tengah perkembangan kota, sektor pertanian di Manado tetap memiliki ruang dan peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah.



Tinggalkan Balasan