pionnews.com – Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Manado menertibkan para penjual kelapa muda yang kedapatan membuang sampah batok kelapa ke dalam saluran drainase di kawasan Jalan 17 Agustus, Senin (16/2/2026). Tindakan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air yang berujung banjir di ruas Jalan Sam Ratulangi hingga Kelurahan Titiwungen Selatan.
Penertiban dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait genangan air yang kerap muncul saat hujan turun. Hasil pemantauan di lapangan menemukan tumpukan batok kelapa memenuhi saluran got dan menghambat aliran air.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, Novly Siwi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan kepentingan umum.
“Kami sudah memberikan teguran langsung kepada yang bersangkutan. Saluran drainase bukan tempat pembuangan limbah usaha. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas karena dampaknya bisa menyebabkan banjir,” ujar Novly.
Ia menjelaskan, penumpukan batok kelapa di dalam got mempersempit aliran air dan mempercepat terjadinya genangan, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga dan pengguna jalan, khususnya di kawasan padat lalu lintas seperti Jalan Sam Ratulangi.
Novly menambahkan, Satpol PP akan terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas usaha di ruang publik, terutama yang berpotensi melanggar aturan ketertiban umum dan kebersihan lingkungan.
“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha kaki lima agar menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Jika ditemukan pelanggaran serupa, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Warga Titiwungen Selatan mengaku genangan air kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat lebih tegas dalam menertibkan pelaku usaha yang tidak memperhatikan dampak lingkungannya.
Penertiban ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado dalam menjaga kebersihan kota sekaligus mencegah potensi banjir akibat penyumbatan drainase di kawasan perkotaan.



Tinggalkan Balasan