pionnews.com – Nama Marlon Bangonang mendadak menjadi perbincangan hangat para netizen di media sosial usai tidak tercantum dalam daftar penerima penghargaan bagi personel pemadam kebakaran yang bertugas saat insiden kebakaran di Mega Mall Manado.

Marlon diketahui merupakan salah satu personel dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado yang ikut terlibat langsung dalam proses pemadaman api dan evakuasi korban pada musibah kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan Mega Mall, Sabtu (16/5/2026).

Sebelumnya, pada Senin siang (18/5/2026), Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling memberikan apresiasi kepada jajaran Damkar Kota Manado atas dedikasi dan keberanian mereka dalam menangani kebakaran besar tersebut.

Penghargaan itu diterima langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado Jimmy Rotinsulu bersama Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel serta 11 personel Damkar yang diketahui bertugas pada hari naas tersebut.

Namun usai daftar penerima penghargaan beredar, publik mulai mempertanyakan tidak adanya nama Marlon Bangonang dalam daftar penerima sertifikat maupun undangan kehormatan tersebut.

Berbagai tanggapan pun bermunculan di media sosial. Banyak warga menilai Marlon layak mendapatkan apresiasi karena disebut ikut berada di garis depan saat proses pemadaman dan penyelamatan berlangsung.

Menanggapi polemik yang berkembang, Gubernur YSK langsung bergerak cepat. Orang nomor satu di Sulawesi Utara itu kembali memanggil Marlon Bangonang secara khusus untuk menerima penghargaan langsung dari gubernur.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Gubernur YSK terlihat menyerahkan langsung penghargaan kepada Marlon.

“Tidak ada niat melupakanmu,”ujar Gubernur YSK kepada Marlon dalam vidio tersebut.

Marlon Bangonang akhirnya menerima penghargaan spesial langsung dari gubernur sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan keberaniannya dalam tugas kemanusiaan saat tragedi kebakaran Mega Mall Manado.

Langkah cepat Gubernur YSK tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat dan netizen. Banyak yang menilai respons cepat itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap para petugas lapangan yang bekerja mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan warga.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di balik penanganan bencana dan musibah besar, terdapat para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu dan risiko demi tugas kemanusiaan.