pionnews.com – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka yang hampir bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Manado untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, saat menghadiri langsung rangkaian upacara suci Tawur Agung Kesanga yang digelar umat Hindu, Rabu (18 Maret 2026), di Lapangan Sparta Tikala.
Kegiatan keagamaan ini turut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat lintas iman. Kehadiran tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang telah lama terbangun di Kota Manado.
Dalam sambutannya, Richard Sualang menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Raya Nyepi, sekaligus mengapresiasi pelaksanaan seluruh rangkaian ritual yang berlangsung dengan khidmat, mulai dari prosesi Melasti hingga Tawur Agung.
“Umat Hindu di Kota Manado menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalankan ajaran agama secara taat dan tertib. Ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kota majemuk,” ujar Sualang.
Ia menegaskan, keberagaman yang ada di Kota Manado merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga. Kehadiran umat Hindu yang hidup berdampingan dengan umat Kristen, Islam, Buddha, dan Konghucu menjadi cerminan harmonisasi yang nyata di tengah masyarakat.
Momentum tahun ini, lanjutnya, terasa semakin istimewa karena Hari Raya Nyepi yang identik dengan suasana hening dan refleksi diri berlangsung berdekatan dengan Idul Fitri, yang menjadi puncak perayaan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama – sama menjaga suasana kondusif. Mari kita hormati umat Hindu yang menjalankan Nyepi dengan Catur Brata penyepian, sekaligus mendukung saudara – saudara kita umat Muslim yang merayakan Idul Fitri,” katanya.
Pemerintah Kota Manado, menurut Sualang, bersama unsur TNI dan Polri berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kedua hari besar tersebut agar seluruh masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Ia juga menegaskan, Pemkot Manado akan terus hadir sebagai pengayom bagi seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang. Sinergi dengan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta berbagai organisasi keagamaan akan terus diperkuat.
“Kerukunan yang sudah terbangun di Kota Manado harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Ini menjadi kebanggaan kita bersama dan modal utama dalam membangun kota yang maju dan sejahtera,” tambahnya.
Dengan perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang berlangsung beriringan, Kota Manado kembali menunjukkan wajah toleransi yang hidup dan nyata sebuah harmoni dalam keberagaman yang menjadi identitas masyarakatnya.



Tinggalkan Balasan