pionnews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengambil langkah konkret dalam merespons potensi konflik sosial di wilayah Kampung Mayondi, Kelurahan Kombos Timur, Lingkungan III. Sebanyak dua unit kamera pengawas (CCTV) dipasang di titik-titik strategis kawasan tersebut.

Pemasangan CCTV ini dilakukan bersama unsur pemerintah setempat dan aparat kepolisian, yakni Camat Singkil dan Kapolsek Singkil. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekaligus meminimalisir potensi gesekan antarwarga yang sebelumnya sempat terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Manado, Yanti Mongkauw, menegaskan bahwa pemasangan CCTV merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem pengawasan berbasis teknologi di wilayah rawan konflik.

“Pemasangan CCTV ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pengawasan sekaligus mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami berharap kehadiran perangkat ini bisa memberikan rasa aman bagi warga serta membantu aparat dalam melakukan pemantauan secara cepat dan akurat,” ujar Mongkauw.

Ia juga menambahkan, rekaman CCTV nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi serta alat bukti jika terjadi insiden di lapangan.

“Selain fungsi pencegahan, CCTV juga memiliki nilai penting dalam penegakan hukum karena dapat menjadi dokumentasi visual terhadap setiap kejadian,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Singkil, Junaidy Mamontoh, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Dinas Kominfo bersama aparat keamanan dalam merespons situasi di lapangan.

“Ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kondisi sosial di wilayah kami. Dengan adanya CCTV, kami optimis pengawasan akan lebih maksimal dan potensi konflik bisa ditekan,” ujar Mamontoh.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga situasi keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik.

Pemerintah Kota Manado memastikan bahwa pemasangan CCTV di Kampung Mayondi merupakan langkah awal, dan tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke wilayah lain yang dinilai memiliki tingkat kerawanan serupa. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan kota yang aman, tertib, dan berbasis teknologi.