pionnews.com – Pemerintah Kecamatan Wenang kembali menyisir jaringan drainase di Kelurahan Pinaesaan, Kamis (1/10/2026). Penanganan difokuskan pada ruas Jalan S. Tubun dan Jalan D.I. Panjaitan, dua kawasan yang selama ini kerap mengalami genangan saat hujan deras.

Tim gorong-gorong tidak sekadar membersihkan permukaan saluran. Petugas membuka bagian drainase, masuk ke dalam gorong-gorong, dan menyusuri aliran untuk menemukan titik-titik yang menghambat pergerakan air.

Dari penyusuran tersebut, petugas menemukan saluran yang telah mengalami penyempitan akibat bangunan dan struktur di sekitar drainase. Kondisi itu membuat kapasitas aliran berkurang dan memperbesar risiko air meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Selain persoalan konstruksi, saluran juga dipenuhi sedimentasi dan sampah. Lumpur yang mengendap dan mengeras di dasar saluran bercampur dengan plastik, kemasan, sampah rumah tangga, serta material bangunan seperti pecahan beton, pasir, dan kerikil.

Material tersebut kemudian diangkat keluar dari saluran dan dikumpulkan untuk diangkut. Langkah ini penting agar hasil pengerukan tidak kembali terbawa air hujan ke dalam drainase.

Camat Wenang Robert Dauhan mengatakan penanganan di Pinaesaan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Manado, khususnya Dinas PUPR.

“Di lokasi ini kita berkolaborasi dengan Dinas PUPR,” kata Camat.

Kondisi drainase di Pinaesaan menunjukkan bahwa persoalan genangan tidak semata-mata disebabkan oleh sampah.

Saluran yang mengalami penyempitan, sedimentasi yang menumpuk, serta material bangunan yang masuk ke dalam drainase ikut mengurangi ruang aliran air.

Ketika hujan deras terjadi, kapasitas saluran yang terbatas membuat air lebih cepat meluap ke badan jalan dan kawasan permukiman.

Karena itu, pembersihan yang dilakukan Kecamatan Wenang menjadi penting sebagai langkah penanganan jangka pendek. Namun, persoalan penyempitan saluran membutuhkan penanganan lebih lanjut agar fungsi drainase tidak kembali terganggu.

Pemerintah Kecamatan Wenang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah. Kebersihan saluran perlu dijaga setelah pengerukan selesai agar aliran air tetap terbuka.

Penanganan di Pinaesaan sekaligus memperlihatkan bahwa pengendalian banjir membutuhkan dua hal sekaligus: saluran yang berfungsi baik dan perilaku masyarakat yang tidak memperburuk kondisi drainase.

Bagi kawasan yang memiliki riwayat genangan, pemeliharaan drainase secara berkala menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko banjir, terutama saat memasuki periode dengan curah hujan tinggi.