pionnews.com – Kota Manado berhasil menembus lima besar dalam ajang North Investment Challenge (NSIC) 2026, setelah proposal proyek investasi yang diajukan dinilai layak oleh tim juri. Keberhasilan tersebut mengantarkan Manado ke tahap akhir berupa Pitching Project Owners yang digelar di Hotel Luwansa, Manado, Rabu (8/7/2026).

 

Kegiatan NSIC 2026 merupakan inisiatif yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara. Program ini bertujuan menjaring proyek-proyek investasi daerah yang siap ditawarkan kepada calon investor melalui proses pendampingan, penilaian, hingga presentasi proyek.

 

Sebelumnya, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengikuti rangkaian Capacity Building yang dilaksanakan pada Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh tim dari 15 kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulut sebagai peserta. Selanjutnya, proposal proyek investasi dari masing-masing peserta dinilai oleh tim juri yang terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara. Penilaian dilakukan berdasarkan kesiapan proyek, kelayakan investasi, potensi ekonomi, serta peluang untuk direalisasikan oleh investor.

 

Dari hasil penilaian tersebut, terpilih lima besar peserta terbaik, yakni Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kota Manado, dan Kota Tomohon.

Sebagai tindak lanjut, kelima peserta terbaik diundang mengikuti tahapan Pitching Project Owners yang digelar pada Rabu (8/7/2026) mulai pukul 08.00 WITA di Hotel Luwansa Manado.

 

Pemerintah Kota Manado dalam kesempatan tersebut diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Sofyan, bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Peter Alexander Eman, beserta tim teknis.

Pada sesi presentasi, Pemerintah Kota Manado mengusung proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebagai proyek investasi unggulan yang ditawarkan kepada calon investor.

 

Kepala Dinas Perkim Kota Manado, Peter Alexander Eman, memaparkan konsep proyek Rusunami, mulai dari kebutuhan penyediaan hunian vertikal di Kota Manado, potensi pasar, hingga peluang kerja sama investasi yang dapat dikembangkan bersama sektor swasta.

Proyek tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan hunian masyarakat di kawasan perkotaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan. Selain itu, pembangunan Rusunami juga dinilai dapat mendukung penataan kawasan perkotaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi sektor properti.

Proyek tersebut juga selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, khususnya dalam mewujudkan pembangunan kota yang tertata, berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan lingkungan permukiman yang lebih baik.

Selain memenuhi kebutuhan tempat tinggal, pembangunan Rusunami diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya mengurangi kawasan permukiman yang tidak tertata, mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkotaan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kehadiran investasi pada sektor perumahan juga diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari terbukanya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas sektor konstruksi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado, M. Sofyan, menyampaikan bahwa masuknya Kota Manado dalam lima besar NSIC 2026 menjadi bukti bahwa proyek investasi yang disiapkan pemerintah daerah memiliki daya tarik dan prospek yang baik di mata investor.

Melalui ajang NSIC, setiap daerah didorong untuk menghadirkan proyek yang tidak hanya siap secara perencanaan, tetapi juga memiliki aspek legalitas, kelayakan ekonomi, dan manfaat pembangunan yang jelas. Tahapan pitching menjadi salah satu proses penting untuk meyakinkan calon investor bahwa proyek yang ditawarkan layak direalisasikan.

 

NSIC sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas Investment Project Ready to Offer (IPRO) di daerah. Melalui kompetisi ini, proyek-proyek unggulan dari pemerintah daerah dipersiapkan agar lebih siap dipasarkan kepada investor nasional maupun internasional sebagai bagian dari penguatan iklim investasi di Sulawesi Utara.