pionnews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian rabies melalui program pembebasan rabies di tiga wilayah kepulauan, yakni Pulau Bunaken, Manado Tua, dan Siladen.

Program tersebut didukung ketersediaan vaksin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado serta bantuan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Untuk pelaksanaan program tersebut, tersedia sebanyak 5.000 dosis vaksin rabies. Sebagian vaksin merupakan bantuan Ditjen PKH berupa Neo Rabivet, yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi hewan penular rabies di wilayah kepulauan.

Kepala DPKP Kota Manado, Janny Ohy S.E., menyampaikan apresiasi kepada Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI atas dukungan vaksin tersebut. Menurutnya, bantuan itu menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah pemerintah daerah melindungi masyarakat dari ancaman rabies.

“Terima kasih kepada Ditjen PKH Kementrian Pertanian RI yang telah memberikan bantuan vaksin Neo Rabivet. Dukungan ini sangat membantu Pemerintah Kota Manado dalam menjalankan program pembebasan rabies, khususnya di Bunaken, Manado Tua, dan Siladen,” ujar Janny, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama. Vaksinasi hewan menjadi salah satu langkah utama untuk memutus mata rantai penularan rabies sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada vaksinasi hewan, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan dan segera melaporkan apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala atau perilaku yang mencurigakan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kota Manado, Joy Tumbel, mengatakan pelaksanaan vaksinasi akan diarahkan secara terukur dengan memprioritaskan wilayah yang menjadi sasaran program pembebasan rabies.

Joy menjelaskan, petugas akan melakukan pendataan dan vaksinasi terhadap hewan penular rabies, khususnya anjing, serta memberikan edukasi kepada pemilik hewan mengenai pentingnya vaksinasi secara berkala.

“Target kita adalah membangun kekebalan hewan terhadap rabies sehingga risiko penularan kepada manusia dapat ditekan. Karena itu, kami mengajak masyarakat di Bunaken, Manado Tau, dan Siladen untuk mendukung petugas di lapangan dan memastikan hewan peliharaan mereka mendapatkan vaksinasi,”ujar Joy.

Program pembebasan rabies di tiga pulau tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya Kota Manado dalam menciptakan wilayah yang aman dari rabies. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat serta partisipasi masyarakat agar pengendalian rabies dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan dukungan APBD Kota Manado dan bantuan vaksin dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI, DPKP Manado menargetkan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan efektif dan menjangkau hewan-hewan penular rabies di wilayah kepulauan.