pionnews.com – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Manado kembali mencatat prestasi di tingkat nasional.

Perwakilan TP2DD Kota Manado, Lufry Franska Arger Kalona Gerungan, meraih penghargaan sebagai Pemenang Utama Wilayah Sulawesi – Peserta Terbaik/Best Knowledge Sharing KATALIS II P2DD Triwulan II 2026.

Capaian tersebut tercantum dalam daftar Pemenang Utama KATALIS II P2DD yang dirilis Bank Indonesia. Lufry menjadi salah satu dari lima pemenang utama tingkat nasional yang mewakili lima wilayah, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusampua.

Lufry merupakan Kepala Bidang Pembukuan, Pelaporan dan Teknologi Informasi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Manado. Penghargaan diberikan dalam kategori knowledge sharing yang berkaitan dengan pelaksanaan program P2DD.

Atas capaian tersebut, Bank Indonesia melalui Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) mengundang para pemenang KATALIS II P2DD untuk menghadiri rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta.

Undangan tersebut tertuang dalam Surat Bank Indonesia Nomor 28/197/DKSP-GPRR/Srt/B tertanggal 18 September 2026.

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung Kamis, 24 September 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Jakarta Pusat.

Mewakili Pemerintah Kota Manado, hadir Asisten Perekonomian Setda Kota Manado Atto Bulo, S.H., Kepala Bapenda Kota Manado Jefry F. R. Mongdong, S.Sos., M.Si., CGCAE., serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Manado David Kambey.

Kehadiran jajaran Pemkot Manado tersebut melengkapi partisipasi Lufry sebagai salah satu peserta terbaik KATALIS II P2DD tingkat nasional.

FEKDI x IFSE 2026 merupakan flagship event nasional yang membahas perkembangan ekonomi dan keuangan digital. Kegiatan ini diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta kementerian dan lembaga terkait.

Tahun ini, FEKDI x IFSE mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional.”

Dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026, turut dilaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Rakornas tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional FEKDI x IFSE dan menjadi forum koordinasi pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Pelaksanaannya sejalan dengan Radiogram Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 500.2.3/6117/SJ tertanggal 21 September 2026.

Rakornas membahas penguatan koordinasi dalam menjaga stabilitas harga, mempertahankan daya beli masyarakat, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui penguatan pasokan dan distribusi.

Untuk sektor pemerintahan daerah, pembahasan P2DD diarahkan pada penguatan transaksi dan tata kelola keuangan daerah agar berlangsung lebih efektif dan transparan.

Keterkaitan kedua agenda tersebut menjadi penting bagi daerah karena FEKDI x IFSE membahas perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital secara nasional, sementara Rakornas P2DD mempertemukan pemerintah pusat dan daerah untuk membahas penerapannya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Penghargaan yang diterima Lufry menjadi catatan tersendiri bagi Kota Manado dalam forum P2DD tingkat nasional.

Dalam paparan FEKDI x IFSE 2026, potensi ekonomi digital Indonesia disebut mencapai sekitar USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180–340 miliar pada 2030.

Pada sisi pembayaran, penggunaan QRIS telah menjangkau 65,77 juta pengguna, sementara 518 dari 546 pemerintah daerah disebut telah memiliki ekosistem digital.

Data tersebut menggambarkan perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional sekaligus ruang yang masih terbuka bagi pemerintah daerah untuk memperkuat layanan, transaksi, dan tata kelola berbasis teknologi.

Penghargaan Peserta Terbaik/Best Knowledge Sharing Wilayah Sulawesi menempatkan perwakilan Kota Manado dalam forum berbagi pengetahuan tingkat nasional.

Capaian Lufry Franska Arger Kalona Gerungan diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengalaman antardaerah, khususnya dalam pelaksanaan program P2DD.

Kehadiran delegasi Pemkot Manado di FEKDI x IFSE 2026 sekaligus memperkuat keterlibatan daerah dalam pembahasan kebijakan dan perkembangan ekonomi-keuangan digital nasional.

Bagi Kota Manado, forum tersebut menjadi ruang untuk membawa pengalaman daerah ke tingkat nasional sekaligus menyerap berbagai praktik dan perkembangan yang dapat mendukung penguatan tata kelola ekonomi daerah.