pionnews.com — Pemerintah Kota Manado bersama Kementerian Agama Kota Manado dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado secara resmi melepas keberangkatan 224 jamaah haji dalam sebuah upacara yang digelar di Gedung Serbaguna Kota Manado, Sabtu (24/5).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Hj. Rogaya Udin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyampaikan laporan bahwa jumlah calon jamaah haji Kota Manado tahun ini sebanyak 224 orang, terdiri dari 90 laki-laki dan 134 perempuan, dengan usia tertua 82 tahun dan termuda 24 tahun. Satu calon jamaah sebelumnya batal berangkat karena kondisi kesehatan.

“Daftar tunggu jamaah haji Kota Manado kini mencapai sekitar 3.000 orang. Jika kuota tetap 200 orang per tahun, berarti masa tunggu bisa mencapai 15 tahun,” ungkap Hj. Rogaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado yang telah memberikan bantuan tali kasih senilai Rp250 juta atau Rp1 juta per jamaah.

Dalam sambutannya, Hj. Rogaya juga menyoroti perubahan kebijakan akomodasi di Arab Saudi yang memungkinkan adanya pemisahan tempat tinggal antara suami dan istri atau orang tua dan anak. Ia mengimbau agar para jamaah menyikapi hal ini dengan sabar dan bijaksana, serta menjaga kesehatan di tengah ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang telah menimpa ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Wali Kota Manado, Andrei Angouw, yang hadir bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, menyampaikan ucapan selamat dan harapannya kepada para jamaah.

“Selamat menjalankan ibadah haji. Kami titip doa untuk Indonesia dan khususnya Kota Manado agar senantiasa diberkahi, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar jamaah haji menjaga kebersihan dan sopan santun selama di tanah suci serta turut mempromosikan Kota Manado kepada masyarakat internasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Presidium BKSAUA Kota Manado serta Kabag Kesra Pemkot Manado, Otniel Tewal, bersama sejumlah tokoh lintas agama dan aparat Forkopimda.

Kegiatan ini mencerminkan semangat toleransi dan sinergi lintas agama di Kota Manado dalam mendukung umat Islam menjalankan rukun Islam kelima.