pionnews.com – Masyarakat Kota Manado, khususnya para kepala sekolah dan tenaga honorer, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kota Manado.

Belakangan ini beredar pesan WhatsApp dari oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado, Otniel Kevin Tewal, dengan modus menawarkan kuota khusus pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Dalam aksinya, pelaku menggunakan nama serta foto profil pejabat BKPSDM untuk meyakinkan calon korban. Oknum tersebut kemudian menawarkan jalur khusus atau “jatah” pengangkatan P3K di sejumlah sekolah tertentu.

Tidak hanya itu, pelaku juga meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi penyelesaian berkas. Berdasarkan informasi yang beredar, nominal yang diminta mencapai Rp9,7 juta dan harus segera ditransfer ke rekening tertentu.

Modus lain yang digunakan yakni meminta agar komunikasi dan tawaran tersebut dirahasiakan dengan alasan menghindari kecemburuan dari pihak lain. Cara tersebut diduga sengaja dilakukan agar korban tidak melakukan konfirmasi kepada instansi resmi.

Kepala BKPSDM Kota Manado, Otniel Kevin Tewal, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen ASN maupun P3K di lingkungan Pemerintah Kota Manado dilakukan secara resmi, transparan, dan tidak dipungut biaya apa pun.

“Kami menegaskan bahwa tidak ada jalur khusus ataupun pembayaran dalam proses pengangkatan ASN dan P3K. Jika ada pihak yang mengatasnamakan BKPSDM atau pejabat tertentu lalu minta uang, itu dipastikan penipuan,” tegas Tewal.

Ia mengimbau seluruh kepala sekolah, guru honorer, maupun masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon dari nomor tidak dikenal yang menawarkan kelulusan maupun kuota pengangkatan ASN.

“Jangan pernah mentransfer uang kepada siapa pun dengan iming – iming kelulusan P3K. Jika menerima informasi mencurigakan, segera lakukan konfirmasi langsung ke kantor BKPSDM Kota Manado atau melalui kanal resmi pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Tewal juga meminta masyarakat untuk segera memblokir nomor pelaku dan menyebarluaskan informasi tersebut agar tidak ada korban lain.

“Kami berharap masyarakat saling mengingatkan, terutama di lingkungan sekolah dan tenaga honorer. Jangan sampai ada yang dirugikan oleh oknum yang memanfaatkan situasi dan harapan masyarakat untuk menjadi ASN,”tambahnya.

Pemerintah Kota Manado kembali menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi ASN dan P3K dilaksanakan sesuai aturan pemerintah pusat, terbuka, profesional, dan gratis tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun.