pionnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kembali menggelar Bapenda Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para wajib pajak yang taat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah. Mengusung tema “Kepatuhan dan Digitalisasi Pajak Daerah untuk Manado Maju dan Sejahtera”, kegiatan yang merupakan bagian dari program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Manado ini berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Manado Andrei Angouw, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, MPH, Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong, S.Sos.,M.Si.,CGCAE.,Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Darmawan T.B Hutabarat, Sekretaris Bapenda Provinsi Sulawesi Utara Filma Kepel, SE, Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Manado Vandy Laode yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulut, pimpinan perbankan mitra pembayaran pajak daerah, serta puluhan wajib pajak dari berbagai sektor usaha.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para wajib pajak yang dinilai memiliki tingkat kepatuhan tinggi sekaligus mendukung penerapan digitalisasi dalam pembayaran pajak daerah.

Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Darmawan T.B. Hutabarat, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado yang dinilai konsisten mendorong transformasi digital dalam sistem perpajakan daerah.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat dan pelaku usaha yang patuh membayar pajak.

Ia menyampaikan tiga poin penting dalam membangun sistem perpajakan daerah yang modern.

Pertama, digitalisasi harus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar pajak. Dengan sistem pembayaran yang mudah, transparan, adil, dan manfaatnya dapat dirasakan melalui pelayanan publik, maka tingkat kepatuhan masyarakat akan semakin meningkat.

“Digitalisasi pajak daerah akan mendorong masyarakat semakin rutin membayar pajak karena prosesnya mudah, transparan, dan hasilnya benar – benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” ujarnya.

Kedua, digitalisasi harus mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan. Menurut Darmawan, keberhasilan digitalisasi bukan hanya diukur dari banyaknya kanal pembayaran elektronik seperti QRIS atau Virtual Account, tetapi bagaimana seluruh transaksi dapat tercatat, direkonsiliasi, serta terintegrasi dengan sistem keuangan daerah sehingga menciptakan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Ia juga mengapresiasi sinergi Bank Indonesia bersama TP2DD Kota Manado yang terus memperkuat literasi digital, memperluas kanal pembayaran elektronik, serta meningkatkan keamanan transaksi.

Poin ketiga, penghargaan kepada wajib pajak dinilai mampu membangun budaya kepatuhan. Menurutnya, para penerima penghargaan merupakan teladan bagi pelaku usaha lainnya agar semakin disiplin memenuhi kewajiban perpajakan.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kontribusi nyata para wajib pajak dalam membangun Kota Manado,” katanya.

Bank Indonesia, lanjut Darmawan, akan terus mendukung Pemerintah Kota Manado melalui berbagai program TP2DD serta berharap Kota Manado kembali meraih prestasi sebagai daerah terbaik dalam implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah di tingkat nasional.

Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong menjelaskan, Bapenda Awards merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Kota kepada wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Ia mengungkapkan, Bapenda Awards pertama kali digagas oleh Wali Kota Andrei Angouw pada tahun 2025 dan kini memasuki penyelenggaraan tahun kedua.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah sesuai kebijakan nasional mengenai Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta pembentukan TP2DD Kota Manado.

Jefry menjelaskan, tahun ini terdapat 120 wajib pajak yang masuk nominasi, dengan 72 wajib pajak akhirnya menerima penghargaan dari berbagai kategori usaha, mulai dari hotel, restoran, rumah makan, rumah kopi, hiburan, parkir, reklame, air tanah, notaris hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator utama, yakni ketepatan waktu pembayaran pajak sebelum tanggal 13 setiap bulan, penggunaan sistem pembayaran digital melalui Virtual Account dan kanal elektronik lainnya, serta besarnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami berkomitmen terus membangun hubungan yang harmonis dengan para wajib pajak karena meraka adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujar Jefry.

Ia berharap seluruh pelaku usaha dapat terus menjadi contoh dalam kepatuhan perpajakan sekaligus menjadi corong pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak daerah.

Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Manado.

Ia mengatakan, Bapenda Awards diharapkan mampu memotivasi pelaku usaha lainnya agar semakin patuh membayar pajak dan memanfaatkan sistem pembayaran digital yang lebih transparan.

Menurut Andrei, seluruh penerimaan pajak daerah harus dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan yang nyata.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat harus  kembali dalam bentuk jalan yang lebih baik, drainase yang baik, penerangan kota, transportasi umum, pelayanan kesehatan, penanganan persoalan sosial, hingga pelayanan publik yang semakin berkualitas,” katanya.

Andrei mengungkapkan realisasi pajak daerah Kota Manado tahun 2025 mencapai sekitar Rp484 miliar. Sementara hingga Juni 2026 realisasi pajak daerah telah mencapai sekitar Rp237 miliar dari target sekitar Rp498 miliar, atau mengalami pertumbuhan sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia optimistis target penerimaan pajak tahun 2026 dapat terlampaui.

Menurutnya, peningkatan penerimaan pajak akan menciptakan snowball effect atau efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang semakin baik akan meningkatkan kenyamanan masyarakat, menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan okupansi hotel, transaksi restoran, investasi, hingga memperkuat daya beli masyarakat.

“Pajak bukan semata – mata menjadi penerimaan pemerintah, tetapi investasi masyarakat untuk menciptakan Kota Manado yang semakin maju, nyaman, aman, dan sejahtera,” tegasnya.

Dalam Bapenda Awards 2026, Pemerintah Kota Manado memberikan penghargaan kepada 72 wajib pajak terbaik dari berbagai kategori usaha, antara lain jasa perhotelan, makanan dan minuman, hiburan, parkir, reklame, air tanah, notaris, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Para penerima dinilai memiliki kepatuhan tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah sekaligus mendukung implementasi digitalisasi pembayaran pajak.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pelaku usaha untuk terus meningkatkan kepatuhan perpajakan dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi mendukung pembangunan Kota Manado.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan door prize kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir. Suasana penuh keakraban dan antusiasme mewarnai penutupan acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama antara Wali Kota Manado, Wakil Wali Kota, jajaran Pemerintah Kota Manado, Bank Indonesia, para penerima Bapenda Awards 2026, serta seluruh tamu undangan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Manado, Bank Indonesia, sektor perbankan, dan para wajib pajak, TP2DD Kota Manado optimistis mampu terus memperkuat sistem perpajakan daerah yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital guna mewujudkan Manado yang maju, modern, dan sejahtera.

Pemenang Bapenda Award Tahun 2026.

DAFTAR PEMENANG BAPENDA AWARD TAHUN 2026

PBJT Jasa Perhotelan

Hotel Bintang IV

PT Gerbang Nusa Perkasa (Four Points Hotel), PT Wenang Permai Sentosa (Hotel Novotel Manado Golf Resort & Convention Center) dan PT Milenia Megamas (Grand Whiz Megamas Hotel)

Hotel Bintang III

PT Milenia Megamas (Whiz Prime Hotel),PT Bahana Bina Kreasi (Hotel Ibis) dan PT Nusantara Dian Center (NDC Resort and Spa).

Hotel Bintang II

CV Hotel Prince Boulevard (Hotel Prince), PT Bintang Mulia Manado (Green Eden Hotel) dan PT Megasindo Hunitama (Hotel Gran Central)

Hotel Melati

PT Celebes Divers (Celebes Divers), CV Mel’s Inn Manado (Hotel Mel’s Inn) dan PT Ekarsa Sehati Ria (Hotel Celebes).

PBJT Makanan dan/atau Minuman

Restoran Hotel

PT Gerbang Nusa Perkasa (Four Points by Sheraton), PT Wenang Permai Sentosa (Hotel Novotel Manado) dan PT Aryaduta Karawaci Management (Hotel Aryaduta Manado)

Chinese Food

Kios New Mie Jakarta,Warung Makan Dahsyat dan Warung Makan Hocky

Coto

RM Soto Rusuk Ba Ko’ Petrus, RM Cotto Unyil dan RM Coto Maros

Aula

CV Manado Grand Palace (MGP), Manado Convention Center (MCC) dan Restoran Nyiur Melambai

Bakso

Bakso Solo, RM Bakso Campur Surabaya dan Rumah Makan Mie Bakso Karebet

Café

PT Lestari Mitra Sembada (Bioskop XXI), PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks) dan PT JCO Donuts & Coffee

Take Away

PT Indomarco Prismatama (Indomaret Point), PT Foods Beverages Indonesia (Chatime) dan PT Sebastian Citra Indonesia (Roti O)

Restoran

PT Nusa Prima Pangan (Solaria), PT Kyati Selera Ventura (Chuantin) dan Wisata Bahari RM

Ikan Bakar

CV Sarla Ivandia (RM Ikan Bakar Sari Laut), PT Bakar Rica Manado (RM Bakar Rica) dan PT Anugrah Tirta Lokatara (Restoran Raja Oci)

Rumah Makan Padang

RM Ranah Minang, RM Duta Minang dan Rumah Makan Minang Putra

Fast Food

PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut), PT Gelael Indotim (KFC) dan PT Rekso Nasional Food (McDonald’s).

Rumah Kopi

Rumah Kopi K8, Kedai Sedjak 2019 dan Kedai Koel

PBJT Jasa Hiburan dan Kesenian

Hiburan

PT Lestari Mitra Sembada (Bioskop XXI), PT Fun World Prima (Kidzila) dan PT Cinemaxx Global Pasifik (Bioskop Cinepolis)

Hiburan Tertentu

PT Sayap Suci Manado (Gold Dragon), CV Cipta Raya Celebes (Mistique Club) dan PT Mujur Gegap Gempita (Aftersixth Executive Karaoke)

PBJT Jasa Parkir

PT Mega Jasa Kelola (Parkir Megamas), PD Pasar Manado dan PT Angkasa Pura Indonesia (Parkir Bandara Sam Ratulangi).

Pajak Reklame (Penyelenggara Jasa Media)

CV Karya Laju Abadi, PT Esi Jaya Abadi dan PT Symphoni Media Utama

Pajak Air Tanah (Badan Usaha/Industri)

PT Ciputra Internasional (Perumahan Citraland), PT Bhakti Elitama Manado (Hotel Aston) dan PT Bahana Bina Kreasi (Hotel Ibis)

Kategori Notaris

Pembayaran PBB Terbesar

Nancy Tulung, SH., M.Kn – Rp16.352.858.585, Merlyn Pontoh, SH. – Rp12.025.751.172 dan Julis Ismawi, SH. – Rp6.799.855.800.

Jumlah Unit PBB Terbanyak

Paul Tarigan, SH.,Sartika Dewi Jaoe, SH., M.Kn dan Paramitta J.B. Paat, SH., M.Kn

Kontributor PAD Terbesar

Pajak Air Tanah

PT Gerbang Nusa Perkasa – Jl. Pierre Tendean, Kompleks Mantos, PT Artoda Karya Gemilang – Kompleks Bahu Mall dan PT Wenang Permai Sentosa – Novotel & Convention, Mapanget.