pionnews.com – Persoalan sampah yang masih dibuang sembarangan oleh masyarakat kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado. Jumat pagi, 24 Juli 2026, Wali Kota Manado Andrei Angouw menemukan tumpukan sampah botol plastik memenuhi saluran drainase di kawasan anak Sungai Sario, tepatnya di Jalan Bethesda, Kecamatan Sario.
Temuan tersebut memperlihatkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sampah rumah tangga, terutama botol plastik dan berbagai jenis kemasan, terlihat menumpuk dan memenuhi aliran air.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih serius. Sampah plastik yang menumpuk di saluran air dapat menghambat aliran, meningkatkan risiko penyumbatan dan genangan saat hujan deras, serta berpotensi memperparah ancaman banjir.
Selain itu, sampah plastik yang terbawa arus menuju sungai dapat mencemari ekosistem perairan. Sampah yang terurai menjadi mikroplastik juga berisiko mencemari lingkungan dalam jangka panjang. Tumpukan sampah yang bercampur dengan air kotor pun dapat menjadi sumber bau tidak sedap dan memicu berkembangnya berbagai organisme pembawa penyakit.
Wali Kota Andrei Angouw didampingi Kepala Dinas PUPR, Johny Suwu, Camat Sario Jermia Sampul dan Camat Malalayang Yufuf Kopitoy saat meninjau kondisi tersebut. Temuan ini menjadi gambaran bahwa upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan dan mengendalikan persoalan sampah membutuhkan dukungan dan kesadaran bersama dari masyarakat.
Camat Sario Jermia Sampul menegaskan, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas kebersihan. Masyarakat memiliki peran penting dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke drainase dan aliran sungai. Saluran air bukan tempat pembuangan sampah. Kalau sampah terus dibuang ke sini, dampaknya bukan hanya lingkungan yang tercemar, tetapi juga dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat hujan,” ujar Sampul.
Ia menambahkan, pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan akan terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Namun, upaya tersebut harus diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah.
Temuan di Jalan Bethesda ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di Kota Manado tidak semata-mata berkaitan dengan pengangkutan dan kebersihan, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat.
Selama masih ada warga yang membuang sampah ke drainase dan sungai, persoalan penyumbatan, pencemaran, hingga ancaman banjir akan terus berulang. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan kedisiplinan bersama dimulai dari hal sederhana, yakni tidak membuang sampah sembarangan.



Tinggalkan Balasan