pionnews.com – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara mendorong diversifikasi konsumsi pangan melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya daerah dalam mendukung hilirisasi pangan tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Graha Gubernuran Sulawesi Utara, Selasa (22/9/2026), dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.
Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, mengatakan Sulawesi Utara memiliki beragam sumber pangan yang dapat dikembangkan, seperti jagung, sagu, ubi, pisang, kelapa, ikan, sayuran, dan buah-buahan.
Menurutnya, potensi tersebut perlu diolah secara kreatif agar menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, mulai dari pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.
“Tantangannya, kita tidak cukup hanya menghasilkan pangan, tetapi juga harus mampu mengolah, mengembangkan, mengemas, memasarkan, dan meningkatkan nilai tambah,” ujar Anik.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih menjadikan nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Karena itu, diperlukan perubahan pola konsumsi agar masyarakat terbiasa mengonsumsi makanan yang lebih beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Kita harus mengubah mindset. Jangan berpikir kalau belum makan nasi berarti belum makan. Pangan lainnya juga bisa mengenyangkan,” katanya.
Anik menjelaskan, lomba tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kreasi makanan berbahan baku selain beras dengan tampilan dan cita rasa yang lebih menarik.
Selain aspek konsumsi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha. Pendampingan terkait keamanan, mutu, serta legalitas produk dinilai penting agar hasil olahan dapat dipasarkan lebih luas.
Ia berharap pelaku UMKM mampu berkembang menjadi industri kecil dan menengah melalui peningkatan kualitas serta inovasi produk.
“Karena itu, inovasi harus terus dilakukan. Harapannya, UMKM ke depan dapat berkembang menjadi industri kecil dan menengah,” ujarnya.
Anik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, TP PKK kabupaten dan kota, para juri, serta seluruh peserta.
Ia turut mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam berbagai upaya pengendalian harga komoditas pangan di Sulawesi Utara.
Pada kesempatan tersebut, Anik secara resmi membuka Lomba Cipta Menu B2SA berbasis sumber daya lokal dalam mendukung hilirisasi pangan tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.
Ketua TP PKK Kota Manado, Ny. Irene Angouw Pinontoan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan pemanfaatan bahan pangan daerah perlu diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga menjadi peluang ekonomi.
Menurut Irene, kreativitas dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sekaligus mendorong pertumbuhan usaha keluarga.
“Yang penting adalah bagaimana kita mengolah bahan yang tersedia menjadi produk yang menarik, sehat, aman, dan memiliki nilai tambah. Ini juga dapat membuka peluang bagi keluarga dan pelaku UMKM,”ujar Irene.
Ia menilai TP PKK memiliki peran dalam mendorong keluarga menerapkan pola konsumsi yang lebih beragam sekaligus meningkatkan kreativitas dalam mengolah makanan.
Irene berharap kegiatan tersebut dapat memacu peserta untuk menghasilkan kreasi yang tidak hanya menarik dari sisi penyajian, tetapi juga memenuhi unsur gizi, keamanan, dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara komersial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Merry E. Kalalo, Kepala Balai POM di Manado, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Utara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Sulawesi Utara, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, pengurus TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, para juri, peserta lomba, dan undangan.
Lomba B2SA 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat diversifikasi konsumsi sekaligus mendorong lahirnya produk olahan yang memenuhi standar mutu dan keamanan serta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha.



Tinggalkan Balasan