pionnews.com – Pemerintah Kota Manado resmi meluncurkan Festival Paduan Suara Manado 2026 sebagai wadah pengembangan seni musik dan paduan suara di Kota Manado serta Sulawesi Utara. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Manado, Manado Choral Association, dan komunitas paduan suara.
Peluncuran festival tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan sebuah ajang paduan suara yang diharapkan mampu memperkuat identitas Manado sebagai kota kreatif berbasis musik, sekaligus membawa nama daerah ke panggung nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang yang juga Ketua Panitia menyampaikan bahwa tradisi bermusik dan bernyanyi telah menjadi bagian yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Manado. Melalui festival ini, paduan suara tidak hanya menjadi sarana menampilkan keindahan vokal dan kemampuan teknik bernyanyi, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, merajut persatuan, serta memperkuat kebersamaan.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya memperdengarkan keindahan dan teknik bernyanyi, tetapi juga menyatukan hati, merajut persatuan, dan membawa nama kota manado semakin harum di panggung nasional maupun internasional,” ujar Sualang.
Festival Paduan Suara Manado 2026 juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi Kota Manado setelah mendapat pengakuan sebagai kota kreatif dalam kategori musik. Pengakuan tersebut dinilai menjadi kebanggaan bersama karena tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini aktif berkarya dan mengembangkan seni musik.
Salah satu kekuatan utama yang menjadi perhatian dalam perkembangan musik di Manado adalah aktivitas paduan suara yang berlangsung secara berkelanjutan. Tradisi tersebut tumbuh dan berkembang di berbagai lapisan masyarakat, kelompok usia, profesi, institusi, maupun organisasi.
Paduan suara bahkan telah menjadi salah satu bentuk aktivitas kesenian yang paling menonjol dan digemari masyarakat. Kondisi inilah yang kemudian mendorong Pemerintah Kota Manado bersama Manado Choral Association untuk menghadirkan sebuah forum yang lebih besar melalui Festival Paduan Suara Manado 2026.
“Berangkat dari potensi tersebut, kami bersama teman – teman dari komunitas paduan suara berkeinginan menghadirkan satu forum melalui Festival Paduan Suara Manado. Ini merupakan hasil dari proses diskusi, elaborasi dan keinginan bersama untuk melahirkan sebuah festival yang baik serta dapat berkembang semakin besar,” katanya.
Festival tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Manado Andrei Angouw. Dukungan pemerintah diharapkan dapat memperkuat persiapan pelaksanaan festival yang direncanakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Panitia mengakui bahwa penyelenggaraan festival berskala besar bukan pekerjaan mudah. Namun, keseriusan, semangat, dan komitmen komunitas paduan suara diyakini menjadi modal penting untuk menghadirkan sebuah festival yang berkualitas.
Pelaksanaan Festival Paduan Suara Manado 2026 juga diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh pihak yang terlibat serta memperkaya kehidupan seni dan budaya di Kota Manado.
Karena itu, Pemerintah Kota Manado dan panitia mengajak seluruh pemangku kepentingan, komunitas musik, pelaku seni, komunitas paduan suara, serta pelaku ekonomi kreatif untuk membangun sinergi dan kolaborasi.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar Festival Paduan Suara Manado 2026 tidak hanya sukses sebagai sebuah agenda pertunjukan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan kebudayaan, kreativitas, dan ekonomi kreatif di Kota Manado.
“Mari kita bersama – sama menyambut dan mendukung Festival Koor Manado 2026. Apa yang kita persiapkan dan perjuangkan bersama kiranya dapat menghasilkan hal – hal yang baik bagi kemajuan seni, kebudayaan, dan kreativitas di Kota Manado,” tutupnya.
Festival Koor Manado 2026 akan dilaksanakan pada tanggal 19 – 22 November 2026.
Launching ini turut dihadiri oleh Ketua LPPD Manado, dr. Merry Sualang Mawardi, Sp.A, Asisten 1 Julises Oehlers dan sejumlah pejabat Pemkot lainnya.



Tinggalkan Balasan