pionnews.com – Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Sparta Tikala, Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 07.00 WITA.

 

Upacara berlangsung di Lapangan Sparta Tikala Manado dan dihadiri oleh para Asisten, pejabat, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Manado.

 

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota mengucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Ia menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

 

Mengawali sambutan dengan salam lintas agama dan Salam Nasional, dr. Richard Sualang menegaskan pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ia menjelaskan bahwa ideologi berasal dari dua kata Yunani, yakni idea yang berarti gagasan atau cita-cita, dan logos yang berarti pengetahuan. Ideologi dimaknai sebagai pengetahuan tentang gagasan yang menjadi dasar cara berpikir, perilaku, dan tindakan sebuah bangsa.

 

“Suatu bangsa tanpa ideologi adalah seperti sebuah rumah tanpa pondasi. Pancasila merupakan landasan cara pandang dan cara hidup, dengan itulah kita melangkah maju,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa ideologi tidak dapat diterapkan begitu saja seperti barang impor. Ideologi tumbuh sebagai sebuah kearifan setelah menyerap berbagai pengetahuan dan melalui berbagai ujian serta tantangan.

 

Menurutnya, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa Pancasila pernah diuji dengan berat. Ujian tersebut tidak hanya dilalui dengan darah para Pahlawan Revolusi, tetapi juga dengan penderitaan dan keterbelahan rakyat Indonesia di tengah tarikan dua kutub adidaya pada puncak Perang Dingin dunia.

 

Karena itu, peringatan tersebut merupakan momentum untuk mengingat dan belajar dari sejarah agar dapat bergerak ke depan dengan teguh, tanpa terombang-ambing dan tanpa kehilangan jati diri.

 

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Pancasila adalah penanda ingatan tentang dua hal. Pertama, tentang jati diri sebagai manusia merdeka yang berketuhanan, berperi kemanusiaan yang adil dan beradab, yang berbeda-beda tetapi bersatu, yang hidup bergotong royong dalam demokrasi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kedua, tentang tujuan kemerdekaan, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

 

Ia menegaskan bahwa para pendahulu dan pendiri Republik telah mewariskan Pancasila yang lahir dari perpaduan pengetahuan yang mendunia dengan kearifan bumi Indonesia. Tongkat estafet kini berada di tangan rakyat Indonesia, termasuk warga Sulawesi Utara dan warga Kota Manado, untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan meneruskannya kepada generasi mendatang.

 

Wakil Wali Kota juga menyampaikan keyakinannya bahwa kebaikan dimulai dari hal sederhana dan kemajuan diraih dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan tekun dan terarah. Ia menyebut Pancasila pada dasarnya adalah Eka Sila, yakni gotong royong, dengan tujuan yang sederhana namun luhur, agar manusia hidup saling memanusiakan demi lestarinya kehidupan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.

 

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk bersatu dan bergiat bersama dengan Pancasila.

 

“Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Dengan Pancasila, mari bersatu dan bergiat bersama. Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati dan menyertai kita,” tutupnya.