pionnews.com –Wali Kota Manado, Andrei Angouw menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang digelar di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW), Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan serta upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Viktor Mailangkay, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, pegiat lingkungan, serta berbagai unsur masyarakat.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 mengusung tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” atau “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita.” Sementara tema nasional yang diangkat adalah “Mari Kita Bekerja untuk Iklim.”

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara menegaskan bahwa kualitas lingkungan hidup merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam dan ekosistem.

Gubernur menyampaikan bahwa berdasarkan berbagai parameter penilaian, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Sulawesi Utara saat ini berada dalam kategori baik dengan capaian rata-rata sebesar 80,93 poin.

“Capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujar Gubernur.

Usai pelaksanaan seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pantai, mencegah abrasi, serta meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Sebelum penanaman mangrove dilakukan, terlebih dahulu dilaksanakan pengenaan seragam secara simbolis kepada para pengawas lingkungan serta penyerahan alat pembersih pantai kepada para pegiat lingkungan yang selama ini aktif menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Penanaman mangrove dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara bersama jajaran Forkopimda, Wali Kota Manado, serta para peserta kegiatan. Penghijauan pesisir tersebut dilaksanakan di tujuh titik yang membentang dari kawasan Pantai Malalayang hingga Sindulang, Kecamatan Tuminting.

Kehadiran Wali Kota Andrei Angouw dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Manado dalam mendukung program pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan iklim. Sebagai kota pesisir, Manado memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi dampak perubahan iklim, sehingga upaya rehabilitasi kawasan pantai melalui penanaman mangrove dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta unsur terkait lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Manado hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Pontowuisang Kakauhe, Camat Malalayang, Yusuf Kopitoy, serta jajaran Pemerintah Kota Manado.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu mendorong kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.