pionnews.com – Persoalan sampah kembali menjadi perhatian serius di Kecamatan Wenang. Tim Kebersihan Kecamatan Wenang, Kamis (11/6/2026), melakukan pembersihan saluran air di Kelurahan Lawangirung Lingkungan 1 setelah ditemukan drainase tersumbat akibat tumpukan sampah botol plastik.

Penyumbatan saluran air tersebut menjadi gambaran masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir saat curah hujan tinggi.

Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Wenang, Felix Rumengan, mengatakan dalam kegiatan pembersihan tersebut pihaknya mengangkut sekitar 10 karung sampah yang didominasi botol plastik dari dalam saluran air.

“Kurang lebih ada 10 karung sampah botol plastik yang kami angkat dari saluran. Sampah – sampah ini membuat aliran air tidak berjalan normal,” ujar Felix.

Menurutnya, kondisi drainase yang tersumbat harus menjadi perhatian bersama. Sebab, fungsi utama saluran air adalah mengalirkan air hujan agar tidak terjadi genangan di wilayah permukiman.

“Kalau saluran air tertutup sampah, air akan mencari jalan lain dan bisa meluap ke jalan maupun rumah warga. Ini yang dapat memicu terjadinya banjir,”jelasnya.

Pemerintah kecamatan Wenang mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke selokan atau drainase. Kebiasaan kecil membuang sampah sembarangan dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan keselamatan warga.

Selain upaya pembersihan rutin, diperlukan perubahan perilaku masyarakat untuk menjaga kebersihan. Sebab, persoalan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga.

“Menjaga saluran air tetap bersih adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai sampah yang kita buang hari ini menjadi penyebab banjir bagi lingkungan kita sendiri,” pungkas Felix saat ditemui media ini.