pionnews.com – Camat Wenang Robert Dauhan menegaskan seluruh lurah dan ketua lingkungan (pala) di wilayahnya harus bertanggung jawab memastikan masyarakat mengikuti registrasi program digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang digelar Pemerintah Kota Manado di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis (9/7/2026).

Penegasan itu disampaikan Robert saat memantau langsung pelaksanaan registrasi bagi warga Kecamatan Wenang. Ia meminta setiap lurah dan ketua lingkungan melaporkan perkembangan jumlah warga yang telah mengikuti registrasi sehingga pelaksanaan kegiatan dapat terus dievaluasi.

“Pastikan lurah dan pala mempresentasikan berapa warga yang datang hari ini. Ketua lingkungan dan lurah bertanggung jawab,” tegas Robert.

Menurutnya, keberhasilan program digitalisasi bansos tidak hanya bergantung pada antusiasme masyarakat, tetapi juga pada peran aktif pemerintah kelurahan dan ketua lingkungan dalam melakukan sosialisasi, pendataan, hingga mengantar warga yang telah terdata agar hadir mengikuti registrasi.

Robert menilai lurah dan ketua lingkungan merupakan ujung tombak pelayanan karena paling memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk warga lanjut usia, warga yang belum memiliki telepon pintar, maupun mereka yang mengalami kendala administrasi.

“Jangan hanya menunggu masyarakat datang sendiri. Lurah dan pala harus aktif menghubungi, mengingatkan, bahkan membantu warga yang mengalami kesulitan agar proses registrasi bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Berdasarkan data Kecamatan Wenang, sebanyak 1.136 warga menjadi sasaran registrasi digitalisasi bansos. Adapun rincian sasaran peserta di masing-masing kelurahan yakni Bumi Beringin 145 orang, Calaca 18 orang, Istiqlal 71 orang, Komo Luar 128 orang, Lawangirung 101 orang, Mahakeret Barat 102 orang, Mahakeret Timur 115 orang, Pinaesaan 40 orang, Teling Bawah 238 orang, Tikala Kumaraka 63 orang, Wenang Selatan 51 orang, dan Wenang Utara 64 orang.

Dari data tersebut, Kelurahan Teling Bawah menjadi wilayah dengan jumlah sasaran registrasi terbanyak, yakni 238 warga, disusul Bumi Beringin sebanyak 145 warga dan Komo Luar 128 warga. Sementara Kelurahan Calaca menjadi wilayah dengan jumlah sasaran paling sedikit, yakni 18 warga.

Program digitalisasi bansos merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperbarui dan memverifikasi data penerima bantuan sosial secara digital. Melalui registrasi ini, data masyarakat diharapkan menjadi lebih akurat, mutakhir, dan tepat sasaran sehingga penyaluran berbagai program bantuan pemerintah dapat berlangsung lebih efektif dan transparan.

Pemerintah Kota Manado sebelumnya juga telah menginstruksikan seluruh kecamatan, kelurahan, serta ketua lingkungan untuk mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Keberhasilan registrasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun basis data kesejahteraan yang valid sebagai acuan penyaluran bantuan sosial di masa mendatang.