pionnews.com – Pemerintah Kota Manado terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Hal itu ditandai dengan pembentukan, pembinaan sekaligus pengukuhan 40 anggota baru Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kota Manado yang dipimpin langsung Wali Kota Manado, Andrei Angouw, di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Kamis (9/4/2026).

Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Steaven Dandel, Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado Jimmy Charles E. Rotinsulu bersama jajaran.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pembentukan dan pembinaan Redkar merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat sebagai mitra pemerintah di bidang pencegahan kebakaran, penyelamatan, dan penanggulangan keadaan darurat.

Melalui kegiatan tersebut, para relawan memperoleh pembekalan mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan peralatan pemadam api ringan, teknik evakuasi dasar, hingga etika dan peran relawan dalam membantu tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Sebelum pengukuhan, Kota Manado telah memiliki 150 anggota Redkar. Pada kesempatan itu, sebanyak 40 relawan baru yang berasal dari 26 kelurahan di 10 kecamatan resmi dikukuhkan, sehingga total anggota Redkar Kota Manado bertambah menjadi 190 orang.

Penambahan jumlah relawan tersebut diharapkan semakin memperkuat jaringan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di lingkungan masing-masing.

Panitia juga melaporkan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan pembentukan dan pembinaan Redkar Tahun Anggaran 2026 dibiayai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado.

Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang bersedia menjadi relawan secara sukarela. Menurutnya, keberadaan relawan pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat penting meski sering kali tidak terlihat.

“Kelihatannya tidak terlalu penting, tetapi ini menyangkut nyawa. Pada saat tertentu, kehadiran rekan – rekan sekalian bagi orang lain bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah bersedia mengabdikan diri,” ujar Andrei.

Ia menegaskan bahwa pengukuhan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang harus dijalankan dengan serius melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas.

Menurutnya, setiap relawan harus memiliki pengetahuan dasar mengenai pencegahan kebakaran dan penyelamatan, kemudian meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Ilmu yang diperoleh jangan hanya disimpan sendiri. Sampaikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Siapa tahu informasi sederhana yang dibagikan bisa menyelamatkan nyawa orang lain ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.

Andrei juga mengingatkan pentingnya membangun koordinasi dan kerja sama antarsesama relawan. Ia menilai penanganan kebakaran tidak mungkin dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kerja tim yang solid.

“Saya berharap para relawan selalu siaga, saling bertukar informasi, saling mendukung, membangun hubungan persaudaraan yang positif, serta memperkuat komunikasi. Jangan membangun kelompok yang saling berhadapan, tetpi bangun kebersamaan untuk kepentingan masyarakat dan Kota Manado,” pesannya.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh relawan menjalankan tugas kemanusiaan tersebut secara tulus demi keselamatan warga dan kemajuan Kota Manado.

Program Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sendiri merupakan program nasional yang didorong oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan. Keberadaan Redkar bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam edukasi pencegahan kebakaran, deteksi dini potensi kebakaran, pelaporan kejadian, hingga membantu proses evakuasi awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

Dengan bertambahnya jumlah relawan menjadi 190 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kota Manado, Pemerintah Kota berharap respons awal terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan semaksimal mungkin.