pionnews.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado terus memperkuat transformasi digital melalui penerapan sistem pembayaran iuran pasar secara elektronik. Inovasi ini bertujuan meningkatkan tata kelola keuangan perusahaan agar lebih efisien, akurat, transparan, dan dapat dipantau secara real time melalui dashboard digital yang mudah diakses.
Penerapan sistem digital tersebut dilaksanakan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) penagihan yang telah ditetapkan. SOP ini menjadi pedoman bagi seluruh petugas dalam menjalankan proses penagihan guna mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, tertib, dan profesional.
Setiap hari sebelum memulai aktivitas, petugas penagihan diwajibkan mengenakan identitas resmi perusahaan, memeriksa kondisi mesin Mobile Payment System (MPS) atau perangkat pembayaran digital, serta memastikan seluruh sistem penagihan telah terhubung dengan baik. Langkah ini dilakukan agar setiap transaksi dapat diproses secara cepat, tepat, dan akurat.
Setelah seluruh perangkat siap digunakan, petugas menuju lapak pedagang untuk melakukan penagihan dengan memindai (scan) barcode yang terpasang pada setiap lapak. Barcode tersebut memuat informasi lengkap, antara lain nama pedagang dan nomor lapak, sehingga proses identifikasi dapat dilakukan secara otomatis.
Dalam proses pembayaran, pedagang diberikan beberapa pilihan metode transaksi, yakni melalui QRIS, kartu debit ATM, uang elektronik (e-money), maupun pembayaran tunai. Opsi pembayaran tunai tetap disediakan apabila pedagang belum memiliki saldo yang mencukupi pada kartu debit atau uang elektronik saat transaksi berlangsung.
Sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh hasil penagihan secara tunai wajib disetorkan oleh petugas ke rekening perusahaan paling lambat pukul 16.00 Wita pada hari yang sama. Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan transaksi sekaligus memastikan seluruh penerimaan tercatat secara akurat dalam sistem.
Di sisi administrasi, petugas pengelola melakukan pemantauan melalui dashboard digital. Seluruh transaksi yang dilakukan di lapangan dapat dipantau secara langsung, mulai dari jumlah penerimaan, lokasi penagihan, hingga laporan harian yang tersaji secara lengkap dan akurat. Sistem ini mempermudah proses pengawasan, evaluasi, serta penyusunan laporan keuangan perusahaan.
Direktur Keuangan Perumda Pasar Manado, Irving Biki, mengatakan bahwa digitalisasi penagihan merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan keuangan yang modern dan akuntabel.
“Dengan sistem digital, seluruh transaksi dapat dipantau secara real time sehingga pengelolaan keuangan lebih transparan, efisien, dan akurat. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada para pedagang sekaligus memperkuat tata kelola perusahan yang profesional,” ujar Irving.
Melalui transformasi digital ini, Perumda Pasar Manado menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan penagihan iuran pasar yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan efisien. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pasar yang modern, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang, serta mendukung pengelolaan pasar yang profesional demi kesejahteraan masyarakat.



Tinggalkan Balasan