pionnews.com – Integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Berbasis Aplikasi E-Integrity yang diselenggarakan Pemerintah Kota Manado melalui Inspektorat Daerah di Hotel Grand Puri Manado.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa, 3–4 Agustus 2026, tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Utara.
Namun, pada pelaksanaan Selasa (4/8/2026), terdapat catatan terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan. Wali Kota Manado Andrei Angouw telah hadir sekitar 15 menit sebelum agenda yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA. Akan tetapi, kegiatan belum dimulai sesuai waktu yang ditentukan sehingga Wali Kota harus menunggu hingga acara siap dilaksanakan.
Kondisi tersebut menimbulkan perhatian terkait kesiapan penyelenggara serta kedisiplinan dalam pelaksanaan agenda resmi pemerintahan.
Padahal, kegiatan ini memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan sistem pengendalian intern pemerintah, penilaian maturitas, akuntabilitas, serta integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam konteks birokrasi, ketepatan waktu bukan sekadar aspek teknis, melainkan bagian dari disiplin ASN yang mencerminkan tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan tugas.
ASN yang hadir tepat waktu menunjukkan sikap profesional dalam menghormati agenda pemerintahan, pimpinan, narasumber, maupun peserta lainnya. Sebaliknya, ketidaksiapan atau keterlambatan dalam agenda resmi dapat mencerminkan bahwa budaya disiplin kerja masih perlu diperkuat dalam birokrasi.
Ironisnya, hal tersebut terjadi dalam forum yang secara substansi membahas penguatan pengendalian internal dan integritas pemerintahan.
Bahkan, berdasarkan pantauan di lokasi, kehadiran peserta saat kegiatan hendak dimulai juga belum maksimal. Salah satu peserta Bimtek yang ditemui di lokasi menilai kondisi tersebut cukup memprihatinkan.
“Yang hadir bahkan belum setengah yang seharusnya mengikuti kegiatan. Padahal ini kegiatan resmi dan materinya penting,” ujar salah satu peserta yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurutnya, persoalan kedisiplinan kehadiran seharusnya menjadi perhatian serius, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan penguatan integritas ASN.
“Kalau kegiatan sudah dijadwalkan, seharusnya kita sebagai ASN bisa menghargai waktu. Apalagi ini menyangkut SPIP dan Integritas. Jangan sampai kita bicara tentang integritas, tetapi dalam pelaksanaanya justru tidak disiplin,” katanya.
Bimtek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui penilaian maturitas SPIP terintegrasi berbasis aplikasi E-Integrity.
Kegiatan tersebut melibatkan tim penjamin kualitas maturitas penyelenggaraan SPIP. Peserta Bimtek terdiri dari asesor pemerintah daerah, yang mencakup asesor perencana dan asesor keuangan, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Manado.
Selain itu, turut hadir unsur Sekretariat Daerah Kota Manado dan tim penjamin kualitas. Secara keseluruhan, jumlah peserta kegiatan tercatat sekitar 200 orang.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari BPKP Perwakilan Sulawesi Utara yang memberikan penguatan dan pendampingan terkait proses penilaian maturitas SPIP terintegrasi.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar serta materi yang strategis bagi tata kelola pemerintahan, kegiatan tersebut semestinya dipersiapkan secara optimal, termasuk memastikan seluruh unsur pelaksana dan peserta siap sebelum agenda dimulai.
SPIP sendiri bukan sekadar instrumen administratif, melainkan bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta mampu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko dalam pelaksanaan program pemerintah.
Karena itu, integritas yang menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan tidak hanya berhenti pada materi Bimtek atau penilaian melalui aplikasi E-Integrity.
Integritas perlu diwujudkan dalam praktik sehari-hari ASN, termasuk hal mendasar seperti ketepatan waktu, penghormatan terhadap jadwal kegiatan, kesiapan pelaksanaan agenda, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas masing-masing.
Kehadiran kepala daerah sebelum jadwal kegiatan dimulai seharusnya menjadi teladan bahwa disiplin waktu merupakan bagian dari etos kerja pemerintahan. Oleh karena itu, ketika pimpinan harus menunggu dimulainya kegiatan yang telah dijadwalkan, hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara.
Pemerintah Kota Manado membutuhkan birokrasi yang tidak hanya mampu menjalankan sistem dan memenuhi indikator administratif, tetapi juga memiliki budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas.
Sebab, pembangunan pemerintahan yang berintegritas tidak cukup hanya melalui pembahasan pengendalian internal, maturitas SPIP, maupun penggunaan aplikasi E-Integrity.
Integritas harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk menghargai waktu dan memastikan setiap agenda pemerintahan berjalan sesuai jadwal.
Apabila aspek-aspek mendasar seperti kedisiplinan dan kesiapan pelaksanaan kegiatan belum berjalan optimal, maka hal tersebut menjadi refleksi penting mengenai sejauh mana nilai integritas telah menjadi budaya kerja dalam birokrasi.
Momentum Bimtek SPIP ini seharusnya tidak hanya menjadi sarana peningkatan maturitas penyelenggaraan SPIP, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh ASN bahwa integritas dimulai dari diri sendiri, termasuk disiplin dalam menghadiri setiap tugas dan agenda pemerintahan tepat waktu.



Tinggalkan Balasan