pionnews.com – Proyek Strategis pembangunan Jetty Manado Tua Dua Lingkungan II dengan nilai anggaran Rp3 Miliar belum dapat terlaksana pada tahun anggaran berjalan. Penyebabnya, tidak ada penyedia jasa yang memasukkan penawaran lelang.

 

Kondisi tersebut membuat proyek yang sangat dinantikan warga kepulauan itu terpaksa ditunda.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, Johny Suwu, menjelaskan hal tersebut saat turun lapangan bersama Kepala Balai Taman Nasional Bunaken.

“Kami sampaikan ini sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat keoulauan bahwa untuk Jetty Manado Tua Dua Lingk. 2 akan kami anggarkan kembali di tahun 2027,” ujar Johny Suwu.

 

Menurut Johny Suwu, kegiatan turun lapangan tersebut tidak hanya fokus di Manado Tua Dua. Tim PUPR bersama Balai Taman Nasional Bunaken sekaligus melakukan pengecekan kondisi fisik sejumlah jetty yang ada di kawasan Taman Nasional Bunaken.

 

Adapun jetty yang ditinjau meliputi:

1. Jetty Manado Tua 2. Jetty Bunaken 3. Jetty Bahowo

Pengecekan dilakukan untuk melihat langsung tingkat kerusakan, kebutuhan perbaikan, serta skala prioritas pembangunan untuk menunjang aksesibilitas warga kepulauan dan wisatawan.

 

Pantauan di lapangan, kondisi jetty eksisting di Manado Tua Dua terlihat mengalami kerusakan cukup parah pada struktur kayu dan tiang penyangga, sehingga tidak lagi aman untuk aktivitas bongkar muat perahu.

 

Sebelumnya, proyek Jetty Manado Tua Dua Lingk. 2 dengan pagu anggaran Rp3 Miliar telah dibuka proses lelangnya. Namun hingga batas waktu penutupan, tidak ada satu pun penyedia yang memasukkan dokumen penawaran.

 

Dinas PUPR menduga, faktor lokasi kepulauan yang cukup menantang dari sisi mobilisasi material dan peralatan menjadi salah satu penyebab sepinya peminat.

 

Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan dukungan terhadap kawasan wisata super prioritas Bunaken.