pionnews.com – Kondisi saluran air di sepanjang Jalan Hasanudin, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, semakin memprihatinkan. Pantauan Pionnews.com di lokasi, Selasa (8/9), terlihat saluran air yang seharusnya berfungsi mengalirkan air, justru dangkal dan dipenuhi sendimen lumpur, sampah, serta material lainnya.

Selain itu, tumpukan sisa pohon yang ditebang dibiarkan begitu saja di bahu jalan. Kondisi ini menambah kesan kumuh dan mengurangi estetika kota yang seharusnya tertata dan bersih.

Warga setempat mengkhawatirkan, jika musim hujan tiba, saluran air yang sudah dangkal dan tertutup sendimen itu tidak lagi mampu menampung debit air. Akibatnya, air akan meluap ke jalan dan permukiman sekitar.

“Ini saluran pernah dilihat oleh Pak Wali Kota saat turlap di lokasi, cuma kurang tahu siapa yang mo kerjakan, so lama komang. Pas tre masih belum ujang ini, jang tunggu nanti so banjer baru mo keruk.” ujar salah satu warga Mahawu.

Dengan kondisi saluran yang dangkal dan penuh sendimen, air tidak lagi bisa mengalir dengan baik. Saat hujan tiba, banjir besar sangat berpotensi terjadi di wilayah ini.

Akibat yang dapat terjadi, jalan tergenang dan arus lalu lintas terganggu.

Rumah warga terendam banjir, lingkungan menjadi kotor dan penuh lumpur.

Meningkatnya risiko penyakit seperti diare, leptospirosis, dan ISPA, kerusakan infrastruktur jalan dan fasilitas umum.

Tumpukan sisa pohon yang dibiarkan begitu saja juga merusak pemandangan dan mencerminkan kurangnya penataan lingkungan kota. Padahal, Manado dikenal sebagai kota pariwisata yang harusnya bersih, rapi, dan indah.