pionnews.com – Call Center 112 Kota Manado tidak hanya menjadi saluran pengaduan untuk kondisi darurat. Dalam praktiknya, layanan yang dikelola Pemerintah Kota Manado ini juga menerima beragam laporan masyarakat, bahkan hingga panggilan yang berisi curahan hati warga.
Kepala Bidang Persandian, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Manado, Novy Ariyanto, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di Call Center 112 Pemkot Manado, Jumat (28/8/2026).
Menurut Novy, operator Call Center 112 yang bertugas selama 1×24 jam menghadapi beragam karakter panggilan dari masyarakat. Tidak seluruh panggilan yang masuk berkaitan dengan keadaan darurat.
“Ada juga panggilan fake yang masuk,” kata Novy.
Bahkan, lanjut dia, terdapat warga yang menghubungi Call Center 112 bukan untuk melaporkan kondisi darurat maupun persoalan pelayanan publik, tetapi hanya untuk mencurahkan isi hati.
“Bahkan ada yang curhat,” ujar Novy.
Fenomena tersebut menjadi salah satu warna tersendiri dalam pelayanan Call Center 112. Layanan yang dapat diakses masyarakat secara gratis ini pada awalnya memang difokuskan untuk menangani berbagai kondisi kedaruratan, seperti gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kebakaran, serta kejadian lain yang membutuhkan respons cepat.
Seiring berjalannya waktu, Pemkot Manado memperluas pemanfaatan Call Center 112 sebagai kanal pengaduan masyarakat. Warga kini dapat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui sehari-hari, seperti masalah sampah, lampu penerangan jalan yang mati, hingga pelayanan air bersih.
Namun, kemudahan akses tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi operator. Selain laporan yang membutuhkan penanganan, panggilan palsu atau fake report juga masih ditemukan.
Operator harus memilah setiap informasi yang masuk untuk memastikan laporan yang diterima benar-benar membutuhkan tindak lanjut. Hal ini penting karena Call Center 112 juga harus mampu memberikan respons cepat terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.
Di sisi lain, adanya warga yang memilih untuk curhat menunjukkan bahwa Call Center 112 telah menjadi salah satu pintu komunikasi yang mudah dijangkau masyarakat. Dengan layanan yang gratis dan beroperasi selama 24 jam, warga memiliki akses untuk menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah.
Meski demikian, masyarakat diharapkan menggunakan layanan tersebut secara bijak. Panggilan palsu maupun laporan yang tidak sesuai fungsi layanan dapat mengganggu konsentrasi operator dan berpotensi menghambat penanganan laporan masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan.
Call Center 112 pada akhirnya bukan sekadar nomor untuk melaporkan kebakaran atau keadaan darurat. Layanan ini telah berkembang menjadi salah satu kanal komunikasi antara masyarakat dan Pemkot Manado—tempat warga menyampaikan persoalan, mengadukan pelayanan, bahkan sesekali sekadar curhat.



Tinggalkan Balasan