pionnews.com – Wali Kota Manado Andrei Angouw mengunjungi Pasar Bersehati, Rabu (9/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Wali Kota untuk melihat secara langsung aktivitas perdagangan sekaligus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional.

 

Dalam kunjungan itu, Andrei Angouw menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pedagang. Pergerakan harga bahan pangan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian, terutama harga cabai rawit yang dalam beberapa waktu terakhir masih berada pada level tinggi.

 

Harga cabai rawit di Kota Manado sebelumnya sempat menembus Rp200 ribu per kilogram pada pekan lalu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang pergerakan harganya cukup cepat dan dapat memengaruhi tekanan inflasi, khususnya pada kelompok bahan makanan.

 

Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Manado, David Kambey, yang turut mendampingi Wali Kota mengatakan, harga cabai yang berasal dari Gorontalo saat ini masih berada pada kisaran Rp180 ribu per kilogram.

 

“Hari ini cabai Gorontalo di kisaran Rp180.000 per kilogram,” kata David.

 

Selain pasokan dari Gorontalo, cabai dari Makassar juga masuk ke pasar Manado. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga cabai asal Makassar berada pada kisaran Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

 

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa pasokan dan daerah asal komoditas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga cabai di pasar. Ketersediaan pasokan, biaya distribusi, serta kondisi produksi di daerah pemasok turut menentukan harga yang diterima pedagang dan konsumen.

 

Tingginya harga cabai perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga secara signifikan dapat memberikan tekanan terhadap inflasi apabila kenaikannya berlangsung dalam periode tertentu dan terjadi secara luas.

 

Karena itu, pemantauan harga di pasar menjadi bagian penting dalam memastikan pemerintah memperoleh gambaran mengenai kondisi pasokan dan harga secara aktual. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi apabila terjadi gejolak harga.

 

Kunjungan Wali Kota ke Pasar Bersehati juga memperlihatkan pentingnya pemantauan langsung terhadap kondisi perdagangan dan harga pangan. Selain memperoleh informasi dari perangkat daerah, pemerintah dapat mendengar langsung kondisi yang dihadapi pedagang di lapangan.

 

Khusus komoditas cabai, stabilitas pasokan menjadi salah satu faktor penting. Ketika pasokan dari satu daerah berkurang, masuknya komoditas dari daerah pemasok lain, seperti Gorontalo dan Makassar, dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pasar Manado.

 

Pemerintah Kota Manado perlu terus memperkuat koordinasi dengan daerah pemasok serta melakukan pemantauan harga dan ketersediaan komoditas secara berkala. Langkah tersebut penting agar kenaikan harga pangan tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas dan pada akhirnya membebani masyarakat.

 

Di sisi lain, kondisi harga cabai juga menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan harga di tingkat konsumen. Rantai pasok dari daerah produksi hingga pasar menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan, terutama ketika komoditas tertentu mengalami lonjakan harga.

 

Melalui pemantauan langsung dan koordinasi lintas sektor, pemerintah diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang, ketersediaan pasokan, serta daya beli masyarakat.

 

Dengan harga cabai yang masih berada di atas rata-rata normal, perkembangan komoditas tersebut akan tetap menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi di Kota Manado.