pionnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang tergabung dalam Posko Kelurahan Tumobui, Kota Kotamobagu, menggelar kegiatan edukatif dan lomba kreatif bagi siswa Sekolah Dasar Kristen 01 Tumobui.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Greisye Femmy Kapantow, S.Pd.K., dan dihadiri seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI, bersama para guru, staf, dan pegawai sekolah.
Koordinator Posko KKN Psikologi Tumobui, Andre Anthonio Heydemans, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja unggulan berdampak fokus pendidikan, yang telah disusun dan dipersiapkan secara matang oleh para mahasiswa KKN.
“Kami mahasiswa KKN Psikologi UNIMA menyusun dan mempersiapkan program kerja ini dengan baik, sejalan dengan arahan dari Perpustakaan Nasional RI selaku mitra utama KKN UNIMA tahun ini yang berfokus pada Tematik Literasi,”ujar Andre.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Kelurahan Tumobui, Franly Rorimpandey, S.Pd., serta pimpinan sekolah sebagai mitra pelaksana di lapangan. Dukungan ini menjadi pendorong semangat mahasiswa dalam mengimplementasikan program yang mengusung semangat literasi dan kreativitas di lingkungan sekolah dasar.
Beragam lomba yang digelar di antaranya lomba baca puisi, baca nyaring cerita rakyat, dan lomba kreatif tematik lainnya. Antusiasme siswa terlihat tinggi, dengan partisipasi aktif dari setiap kelas yang menampilkan karya dan ekspresi terbaik mereka.
“Antusiasme siswa luar biasa. Mereka sangat menikmati setiap kegiatan, terutama lomba – lomba yang melibatkan kemampuan membaca dan bercerita,” jelas Andre.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap dapat menanamkan nilai-nilai literasi dan pembelajaran kreatif sejak usia dini, sesuai dengan arah kebijakan Pendidikan Kreatif Tematik Literasi yang menjadi fokus utama KKN UNIMA tahun 2025.
“Harapan kami, para siswa tidak hanya memahami pentingnya literasi, tetapi juga mampu menerapkan dalam kehidupan sehari – hari,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan