pionnews.com – Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan bersama Puskesmas Bunaken dan Kelurahan Bunaken melaksanakan kegiatan fogging atau penyemprotan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di area Pekuburan Umum Kelurahan Bunaken, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) lintas sektoral guna menekan potensi peningkatan kasus DBD, khususnya di wilayah kepulauan yang rawan genangan air saat musim hujan.

Pelaksanaan fogging melibatkan Puskesmas Bunaken Kepulauan, Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kelurahan Bunaken, para ketua lingkungan, serta didukung partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini dilakukan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan dalam pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Camat Bunaken Kepulauan, Imanuel Mandak, mengatakan pemilihan lokasi fogging di area pekuburan didasarkan pada hasil pemantauan lapangan pasca perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Area pekuburan menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena banyak warga yang berziarah dengan membawa bunga menggunakan wadah berisi air. Kondisi ini sangat berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD,” ujar Mandak.

Ia menjelaskan, kasus DBD umumnya mulai meningkat pada pertengahan musim hujan akibat banyaknya genangan air yang tidak terkelola dengan baik.

“Karena itu, kami tidak hanya melakukan fogging, tetapi juga mendorong mesayarakat untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M Plus,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bunaken Kepulauan dr. Beauty Kalangi menegaskan bahwa fogging merupakan langkah pengendalian awal yang harus dibarengi dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk secara menyeluruh.

“Fogging bertujuan memutus rantai penularan dengan membunuh nyamuk dewasa. Namun, ini tidak akan efektif jika masyarakat tidak aktif membersihkan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan jentik,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan.

“Kami mengajak warga untuk rutin memeriksa tempat penampungan air, wadah bunga, serta barang – barang bekas yang bisa menampung air. Pencegahan DBD paling efektif dimulai dari rumah masing – masing ,” katanya.

Lebih lanjut, Camat Bunaken Kepulauan menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi dalam pencegahan DBD, melainkan harus diimbangi dengan kesadaran kolektif masyarakat.

“Fogging sifatnya sementara. Pencegahan yang paling efektif tetap ada pada perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Mandak.

Adapun upaya 3M Plus yang terus disosialisasikan kepada masyarakat meliputi:

Menguras dan memeriksa tempat penampungan air secara rutin

Menutup rapat wadah penampungan air

Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air

Sementara Plus merupakan langkah pencegahan tambahan, antara lain:

Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

Menggunakan obat atau losion anti nyamuk

Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

Melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan

Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup

Memberikan larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras

Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

Menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah

Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas Bunaken Kepulauan berharap melalui kegiatan ini, potensi penyebaran DBD dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.