pionnews.com – Warga Kota Manado diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan alang-alang. Cuaca panas yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir dinilai dapat memperbesar risiko kebakaran, terutama di lahan terbuka yang ditumbuhi vegetasi kering.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Manado. Seluruh personel dan armada pemadam kebakaran disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kejadian kebakaran di wilayah Kota Manado.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, mengatakan peningkatan kesiapsiagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi memicu dan mempercepat penyebaran api.

Menurutnya, kebakaran alang-alang merupakan salah satu ancaman yang harus diwaspadai. Api yang muncul di lahan terbuka dapat dengan cepat menjalar ketika bertemu dengan rumput atau vegetasi yang kering, terlebih saat kondisi angin cukup kencang.

Jika tidak segera ditangani, kebakaran dapat meluas ke area yang lebih besar dan berpotensi merembet ke permukiman warga, mengancam keselamatan masyarakat maupun harta benda.

“Kami siagakan seluruh personel dan armada untuk mengantisipasi kejadian kebakaran. Dengan kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang, kami mengimabu masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap kebakaran alang – alang yang bisa dengan cepat meluas dan merembet ke pemukiman,” ujar Jimmy.

Data rekapan pemadaman Damkarmat Kota Manado menunjukkan tingginya potensi kebakaran alang-alang sepanjang Juli 2026.

Dalam periode 1 hingga 28 Juli 2026, tercatat sedikitnya 56 kejadian kebakaran alang-alang yang ditangani petugas Damkarmat di sejumlah wilayah Kota Manado.

Dari data tersebut, Kecamatan Mapanget menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni mencapai 13 kejadian.

Selanjutnya, masing-masing Malalayang dan Singkil mencatat 7 kejadian. Kemudian Tikala dan Paal Dua masing-masing sebanyak 6 kejadian, disusul Wanea dan Bunaken Darat masing-masing 5 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Sario mencatat 4 kejadian kebakaran alang-alang.

Untuk wilayah Wenang, Tuminting, dan Bunaken Kepulauan, tidak tercatat kejadian kebakaran alang-alang dalam periode tersebut.

Dalam sejumlah kejadian, petugas juga menemukan objek lain yang ikut terbakar, seperti pohon, sampah, serta kayu. Di Malalayang tercatat satu kejadian yang melibatkan pohon, Sario satu pohon, Wanea satu kejadian melibatkan sampah dan kayu, Singkil satu kejadian melibatkan sampah, serta Bunaken Darat satu kejadian melibatkan pohon.

Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman kebakaran lahan terbuka bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Tingginya jumlah kejadian dalam kurun waktu kurang dari satu bulan menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api.

Selain menangani kejadian di wilayah Kota Manado, personel Damkarmat juga memberikan dukungan pemadaman di wilayah sekitar.

Dalam periode yang sama, Damkarmat Kota Manado tercatat memberikan perbantuan sebanyak tiga kejadian, masing-masing dua kejadian di wilayah Minahasa, termasuk di lokasi Rumah Alam, serta satu kejadian di Minahasa Utara (Minut) di sekitar Samping CSA.

Jimmy menjelaskan, kesiapsiagaan Damkarmat tidak hanya dilakukan dengan menempatkan armada di markas utama. Personel dan armada juga disiagakan di sejumlah posko kecamatan untuk mempercepat waktu respons ketika menerima laporan masyarakat.

Dengan dukungan seluruh kekuatan personel dan armada yang tersedia, Damkarmat berupaya memastikan setiap laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

Kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah api semakin membesar, terlebih ketika kebakaran terjadi di area yang dipenuhi vegetasi kering dan kondisi angin cukup kencang.

Damkarmat Kota Manado juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah secara sembarangan maupun membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat diminta memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan begitu saja, terutama di sekitar lahan kering, semak belukar, dan area yang ditumbuhi alang-alang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama – sama mencegah kebakaran. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan segera laporkan jika melihat adanya api, terutama di area alang – alang atau lahan terbuka. Jangan menunggu api membesar, karena dalam kondisi angin kencang, api bisa dengan cepat merembet ke lokasi lain, termasuk pemukiman,” tegas Jimmy.

Damkarmat memastikan kesiapsiagaan akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh personel dan armada, termasuk kekuatan yang berada di posko-posko kecamatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan tanggap darurat sekaligus meminimalisasi dampak kebakaran.

Dengan tercatatnya 56 kejadian kebakaran alang-alang hanya dalam periode 1–28 Juli 2026, kewaspadaan masyarakat menjadi semakin penting. Damkarmat mengingatkan bahwa pencegahan bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang, satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kebakaran besar. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu hingga api membesar untuk bertindak, melainkan segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin