pionnews.com – Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang menghadiri pembukaan Manado Job fair 2026 yang digelar di Star Square Manado, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Tenaga Kerja ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus mempertemukan secara langsung para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado Fadly Kasim, SH, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manado, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara, jajaran Pemerintah Kota Manado, perusahaan peserta job fair, serta para pencari kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado Fadly Kasim, SH, menyampaikan laporan pelaksanaan Manado Job Fair 2026 di hadapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado serta seluruh peserta kegiatan.
Dalam laporannya, Fadly menjelaskan bahwa Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi bagian utara memiliki aktivitas ekonomi yang ditopang oleh berbagai sektor, seperti perdagangan, perhotelan, restoran, jasa, hingga kemaritiman.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan penyaluran tenaga kerja yang cepat, transparan, dan tepat sasaran agar kebutuhan dunia usaha dapat terhubung dengan masyarakat pencari kerja sehingga roda perekonomian dapat bergerak secara lebih optimal.
Fadly mengatakan, penurunan angka pengangguran terbuka dan pengentasan kemiskinan perkotaan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Manado dalam rencana kerja tahun 2026.
Karena itu, Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Tenaga Kerja berkomitmen memfasilitasi perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal guna mendukung terwujudnya Manado yang maju dan sejahtera.
“Manado Job Fair 2026 dirancang sebagai platform integratif yang memadukan pertemuan fisik dan sistem digital, yang mempertemukan perusahan nasional maupun lokal dengan para pencari kerja secara gratis,” jelas Fadly dalam laporannya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut berpedoman pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan, serta Peraturan Wali Kota Manado Nomor 51 Tahun 2022 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado.
Menurut Fadly, Manado Job Fair 2026 memiliki maksud utama memfasilitasi pertemuan langsung antara perusahaan atau pemberi kerja dengan masyarakat Kota Manado yang sedang mencari pekerjaan, sehingga proses penempatan tenaga kerja dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain membantu menurunkan angka pengangguran di Kota Manado, menyediakan akses informasi pasar kerja yang transparan dan gratis bagi masyarakat, membantu dunia usaha mendapatkan sumber daya manusia lokal yang kompeten sesuai kebutuhan, serta menghimpun data riil mengenai tren dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan di Kota Manado.
Fadly juga menjelaskan, tahapan pelaksanaan Manado Job Fair 2026 meliputi persiapan, sosialisasi dan publikasi, hingga technical meeting bersama perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi.
Dalam technical meeting tersebut, pihaknya juga telah menyampaikan kepada perusahaan peserta mengenai kewajiban penyerapan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 6 Tahun 2017 tentang Ketenagakerjaan.
“Kami sudah menyampaikan kepada perusahan – perusahan yang ikut dalam job fair ini bahwa sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2017, penerimaan tenaga kerja wajib memperhatikan masyarakat yang ber – KTP Manado. Ketentuannya, perusahan wajib menerima 70 persen warga Kota Manado,” tegasnya.
Pada pelaksanaan Manado Job Fair 2026, tersedia sekitar 1.600 lowongan pekerjaan yang dapat diakses para pencari kerja sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Sementara itu, saat membuka secara resmi Manado Job Fair 2026, Wali Kota Manado Andrei Angouw memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya perusahaan yang telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Ia berharap job fair ini benar-benar menjadi jembatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Manado.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para pihak yang telah terlibat dalam kegiatan job fair ini, terutama kepada perusahan – perusahan yang ikut serta. Saya berharap, kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan,” ujar Angouw.
Dalam sambutannya, Angouw juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kota Manado yang dinilainya cukup unik. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kota Manado berada di atas rata-rata nasional, namun tingkat pengangguran terbuka masih tergolong tinggi.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah anomali yang perlu dipelajari dan dicari akar persoalannya.
“Secara statistik, Kota Manado ini agak anomali. Pertumbuhan ekonomi kita di atas rata – rata nasional, tetapi tingkat pengangguran terbuka juga tinggi. Kalau ekonominya bagus, seharusnya pengangguran kita di bawah rata – rata nasional,” ungkapnya.
Angouw pun mengajak masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk meningkatkan etos kerja, tidak mudah menyerah, serta tidak memilih-milih pekerjaan hanya karena gengsi.
Menurutnya, bekerja tidak semata-mata bertujuan mendapatkan gaji bulanan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan kapasitas diri.
“Jangan malas, jangan gengsi. Bekerja itu bukan hanya mencari gaji bulanan, tetapi bagaimana kita meningkatkan kemampuan diri. Kita bekerja sambil belajar dan harus menjadi yang terbaik di bidangnya masing – masing,” pesannya.
Angouw juga mengingatkan para pencari kerja untuk mengikuti perkembangan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, perkembangan teknologi akan membawa perubahan dalam dunia kerja. Karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan beradaptasi agar tetap mampu bersaing.
“Era digital tidak akan menggantikan semua pekerjaan, tetapi di beberapa bidang pasti ada perubahan. Mereka yang tahu menggunakan AI akan lebih mampu bersaing dibandingkan dengan mereka yang tidak tahu menggunakannya. Karena itu, kita harus mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Wali Kota berharap para pencari kerja yang nantinya mendapatkan pekerjaan melalui Manado Job Fair 2026 dapat menunjukkan kinerja terbaik, memiliki etos kerja tinggi, serta terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.
“Kalau kita menjadi ahli di bidangnya masing – masing dan memiliki kemampuan yang tinggi, tentu kita akan dihargai. Saya berharap mereka mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan ini dapat bekerja sebaik – baiknya, memiliki etos kerja yang tinggi, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” pungkasnya.
Manado Job Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Manado serta memperkuat keterhubungan antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal.



Tinggalkan Balasan