pionnews.com – Kebakaran alang-alang kembali terjadi di wilayah Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Rabu (29/7/2026). Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kima Atas, di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Kebakaran lahan dan alang-alang menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya saat kondisi lingkungan kering. Api yang awalnya berasal dari pembakaran rumput maupun sampah dapat dengan cepat membesar dan merambat ke area lain apabila tidak diawasi dengan baik.
Data periode 1 hingga 29 Juli 2026 mencatat sedikitnya 57 kasus kebakaran alang-alang terjadi di wilayah Kota Manado. Sementara di Kecamatan Mapanget tercatat 14 kejadian.
Tingginya angka kejadian ini menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki lahan terbuka dengan vegetasi alang-alang yang mudah terbakar.
Camat Mapanget, Deysie Kalalo, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik membakar rumput, sampah, maupun material lainnya.
Menurutnya, kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang membuat api sangat mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan serta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran.
“Kami mengimbau masyarakat Kecamatan Mapanget untuk tidak sembarangan membakar rumput, sampah, ataupun barang lainnya. Saat ini kondisi cuaca cukup panas dan disertai angin, sehingga api dapat dengan cepat membesar dan merembat ke area sekitar,” imbau Deysie.
Ia juga meminta masyarakat yang hendak melakukan pembakaran agar mempertimbangkan kondisi lingkungan dan memastikan lokasi pembakaran aman serta jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar.
Deysie berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat dapat ditingkatkan untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh warga.
Dengan meningkatnya kasus kebakaran alang-alang sepanjang Juli 2026, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.



Tinggalkan Balasan