pionnews.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Manado, Irene Angouw Pinontoan, menyerahkan bantuan bagi anak-anak sekolah yang terdampak musibah kebakaran, Senin (10/8/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Manado terhadap warga yang terkena dampak kebakaran, khususnya anak-anak usia sekolah dan balita.

Irene mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemkot Manado kepada anak-anak korban kebakaran. Ia menegaskan bahwa musibah tersebut tidak boleh menghambat semangat belajar anak-anak yang terdampak.

“Bantuan ini wujud nyata kepedulian kami kepada anak – anak korban kebakaran. Kami tidak ingin musibah ini menghambat semangat belajar mereka. Semoga bantuan seragam dan perlengkapan sekolah ini dapat meringankan beban orang tua dan memastikan anak – anak tetap bisa bersekolah dengan layak seperti biasa,”ujar Irene.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado, Meisje Wollah, menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan berupa perlengkapan seragam sekolah serta kebutuhan pokok bagi anak balita korban kebakaran. Ia menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini dilakukan karena seragam sekolah dan perlengkapan belajar anak-anak korban ikut hangus terbakar bersama sejumlah barang milik keluarga lainnya.

“Total terdapat 17 anak yang menjadi penerima bantuan ini. Mereka kehilangan seragam dan perlengkapam sekolah akibat musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Meisje.

Musibah kebakaran yang dimaksud melanda permukiman warga di Jalan Wanea, Lorong Campur Sari, Lingkungan I, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (29/7/2026) malam. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga sekaligus barang-barang di dalamnya, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah milik anak-anak yang tinggal di lokasi kejadian.

Melalui bantuan ini, Pemerintah Kota Manado berharap anak-anak korban kebakaran dapat kembali bersekolah dengan perlengkapan yang layak tanpa terbebani dampak musibah yang menimpa keluarga mereka. Langkah ini juga menjadi bukti nyata perhatian Pemkot Manado terhadap pemulihan hak pendidikan dan kesejahteraan anak pascabencana.