pionnews.com – Pemerintah Kota Manado secara resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah atau GEMA MAKASE. Kegiatan launching, sosialisasi, dan penandatanganan komitmen dukungan tersebut dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Manado dr.Richard Sualang. Ketua Komisi 4 DPRD Kota Manado Jimi Gosal, S.H., M.H., Anggota Komisi 4 M. Iqbal Anshari, Asisten Pemerintahan dan Kesra Julises Oehlers S.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Peter Karl Bart AAsa, S.T., M.Sc., para kepala perangkat daerah, camat, lurah, ketua lingkungan, LPM kelurahan, kepala SD, SMP, dan TK Negeri, perwakilan media, tokoh agama, akademisi, serta perwakilan Yayasan Geo Lelaki Peduli, Giovanni Agus.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. Di Kota Manado, masih terdapat anak yang tidak atau belum bersekolah, berhenti sekolah, maupun berisiko tidak melanjutkan pendidikan karena faktor sosial, ekonomi, dan akses layanan pendidikan.
Permasalahan tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya pemerintah tetapi juga kecamatan, kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
GEMA MAKASE bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk peduli, menemukan, mendampingi, dan mengembalikan anak yang tidak bersekolah agar kembali memperoleh hak atas pendidikan. Gerakan ini didukung oleh Sistem Informasi Manado Kembalikan Anak Bersekolah atau SIMAKASE.
Dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah, serta sejumlah peraturan menteri dan Peraturan Wali Kota Manado terkait.
Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan GEMA MAKASE sebagai gerakan bersama, meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, membangun komitmen pemerintah, satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat, mendorong keterlibatan kecamatan dan kelurahan dalam pendampingan anak, serta memperkuat sinergi lintas perangkat daerah agar gerakan ini berkelanjutan.
Hasil yang diharapkan adalah terbangunnya pemahaman dan komitmen bersama, terjalinnya kolaborasi lintas sektor, dan terwujudnya Kota Manado yang inklusif di mana setiap anak memperoleh kesempatan untuk bersekolah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 6.000 anak di Kota Manado yang terhenti pendidikannya. Ia menyatakan data tersebut telah valid dan akurat, lengkap dengan nama dan alamat, serta telah dipetakan berdasarkan kecamatan dan kelurahan.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa setelah peluncuran, harus ada tindak lanjut nyata. Pemerintah Kota Manado telah menyiapkan aplikasi penanganan dan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD, akademisi, tokoh agama, dan pemerhati pendidikan untuk berkolaborasi mengentaskan masalah tersebut.
Ia juga menyinggung Indeks Pembangunan Manusia Kota Manado yang tercatat 82,40 dan tergolong sangat tinggi, di mana salah satu indikatornya adalah harapan lama sekolah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada anak putus sekolah, sehingga komitmen bersama diperlukan untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah di Kota Manado.
Wakil Wali Kota berharap kehadiran para kepala sekolah, lurah, dan ketua lingkungan dapat memastikan setiap anak yang dikembalikan ke sekolah dapat diterima dan dibantu, termasuk dalam hal seragam dan kebutuhan lainnya. Ia menegaskan gerakan ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045 serta mewujudkan Kota Manado yang maju dan sejahtera.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama dukungan terhadap GEMA MAKASE oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir.



Tinggalkan Balasan