pionnews.com – Sore tadi, Selasa (11/8/2026), suasana di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting, terasa berbeda dari biasanya. Ibu Irene Angouw Pinontoan datang langsung menyambangi rumah Nesta dan Tayo, dua bocah yang sempat mencuri perhatian publik usai video mereka tidur di atas Jembatan Soekarno, Manado, viral beberapa waktu lalu.

Kedua anak itu adalah Iniesta Pontoh yang akrab disapa Nesta, dan Alfalino Mokotika yang biasa dipanggil Tayo. Rupanya, keduanya masih sepupu.

Begitu Ibu Irene tiba, Nesta dan Tayo langsung menyambut dan menjemputnya bersama ibu mereka masing-masing. Suasana pun berlangsung hangat dan akrab, jauh dari kesan formal. Ibu Irene  berbincang santai bersama kedua orang tua anak-anak tersebut, menanyakan kabar dan kondisi keseharian mereka.

Di tengah obrolan itu, Ibu Irene tak lupa menitipkan pesan langsung kepada Nesta dan Tayo.

“Besok harus sekolah yah,” ujarnya kepada kedua bocah tersebut.

Pesan sederhana itu menyiratkan kepedulian yang besar, bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama demi masa depan mereka. Ibu Irene juga berpesan kepada kedua orang tua agar senantiasa memperhatikan masa depan anak-anaknya.

Tak sekadar berkunjung dan berbincang, Ibu Irene turut menyerahkan bantuan untuk meringankan kebutuhan keluarga Nesta dan Tayo.

Kunjungan ini juga didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas DP3A Meisje Wollah, Kepala Bagian Kesra Telly Pinasang, Ketua BKSAUA Pdt. Judi Tunari, Camat Tuminting Hence Patimbano, serta Lurah dan Ketua Lingkungan setempat.

Kunjungan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah terhadap warganya, khususnya anak-anak, tidak pernah putus  bahkan hadir langsung ke rumah mereka.